WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Insiden kecelakaan lalu lintas kembali mengguncang Kota Banjarmasin. Seorang pria dilaporkan mengalami luka serius setelah terlibat kecelakaan di Jembatan Benua Anyar atau dikenal sebagai Jembatan 17 Mei, Jalan Pangeran Hidayatullah, Jumat (25/7/2025) siang. Video detik-detik pascakejadian diunggah akun Instagram @info_banjarmasin dan langsung viral. Dalam rekaman, korban tampak terkapar di bawah kolong truk, memicu kepanikan warga sekitar. [caption id="attachment_333396" align="alignnone" width="296"] kecelakaan di Jembatan Benua Anyar atau dikenal sebagai Jembatan 17 Mei, Jalan Pangeran Hidayatullah Seorang pria dilaporkan terkapar di kolong truk, Jumat (25/7/2025) siang.(@beritainformasikal)[/caption] Korban Dievakuasi, Diduga Alami Patah Kaki Informasi dari relawan yang berada di lokasi menyebutkan bahwa korban mengalami patah kaki. Ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menggunakan Unit BKR. BACA JUGA:16 Guru Besar Diperiksa Kemendiktisaintek, Begini Kata Universitas Lambung Mangkurat Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui secara resmi. Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi kejadian. Warganet Soroti Truk Ganal yang Bebas Melintas Unggahan tersebut memicu gelombang komentar dari warganet. Banyak yang menyoroti truk berukuran besar yang bebas melintas di jalur padat, khususnya di siang hari. “Ngeri lalu lintas di Jalan Hidayatullah-Sultan Adam. Lalu-lalang truk besar, kondisi jalan kurang mendukung. Perlu revisi aturan,” tulis akun @vsricky_. “Kenapa truk besar bisa masuk ke kota siang hari? Perlu penertiban!” komentar lainnya. Sebagian netizen juga mengungkapkan simpati dan kekhawatiran, mengaitkannya dengan pengalaman pribadi melintasi lokasi kejadian. “Tadi pas pulang ambil anak sekolah lewat situ… mudah-mudahan korban selamat,” tulis akun @an_ra. Perlu Evaluasi Jalur Truk Berat di Tengah Kota Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan kendaraan berat di jalur dalam kota. Warga mendesak Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk meninjau kembali jam operasional serta jalur yang dilalui truk-truk besar, guna menghindari kejadian serupa terulang.(Wartabanjar.com/info_banjarmasin/berbagai sumber) editor: nur muhammad