WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Universitas Lambung Mangkurat (ULM) buka suara usai 16 guru besarnya diperiksa oleh Inspektorat Jendal (Irjen) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi ULM, Dr. Ir. Yusuf Azis mengatakan, terkait adanya verifikasi terhadap 16 guru besar ULM dalam beberapa waktu terakhir, surat undangannya dikirimkan langsung ke pihak yang bersangkutan langsung, dan verifikasi pun dilakukan secara tertutup. "ULM menghormati seluruh proses verifikasi yang berjalan, serta menghargai sikap kooperatif para guru besar, dan semua unsur yang mengikuti proses verifikasi tersebut, sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Yusuf Azis, Jumat (25/7/2025) siang. Saat ditanya terkait adanya pelanggaran dan status guru besar yang akan dicabut dari ke 16 guru besar tersebut, Yusuf Azis masih belum mengetahui hal tersebut secara pasti. "Apapun hasilnya nanti, ULM akan tegak lurus dan patuh dengan arahan dari Kemendiktisaintek," katanya. BACA JUGA: Satpol PP HST Amankan Enam Pengemis Bermobil, Gunakan Surat Tugas Masjid dari Luar Daerah Kendati demikian, tuturnya, ULM akan terus berjuang untuk lebih unggul dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. "Seamangat juang ini dijalankan melalui berbagai upaya, seperti mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas dengan kualifikasi doktor dan guru besar, memberikan insentif bagi dosen dengan publikasi untuk artikel ilmiah pada jurnal terindeks dan bereputasi," tuturnya. Kemudian pihaknya akan mendorong peningkatan jumlah penelitian dan pengabdian melalui penyediaan alokasi anggaran untuk Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM) serta Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA). Diketahui sebelumnuya, pemeriksaan tersebut merupakan lanjutan dari dicopotnya status 11 guru besar dari Fakultas Hukum ULM sebelumnya. Pemeriksaan tersebut digelar di Gedung Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan Selatan, mulai dari Senin (21/7/2025) hingga Kamis (24/7/2025) oleh 21 orang tim pemeriksa. (iqnatius) Editor: Yayu