WARTABANJAR.COM, PELAIHARI — Penegak hukum tak hanya dituntut sigap, tapi juga tangguh! Guna menghadapi segala bentuk ancaman yang mengintai masyarakat, Sat Samapta Polres Tanah Laut menggelar latihan fisik dan beladiri intensif, Rabu (23/7/2025), di halaman Mako Sat Samapta, Pelaihari.
Latihan ini bukan sekadar rutinitas, tapi pembentukan perisai hidup untuk personel di lapangan—terutama saat berhadapan dengan situasi berisiko tinggi seperti pelaku mabuk bersenjata tajam.
Fokus Latihan: SOGROK, Senjata Taktis Polisi
Sesi ini menitikberatkan pada penggunaan Sogrok, alat beladiri khusus yang wajib dikuasai setiap personel. Mereka dilatih menghadapi skenario ekstrem: dari penangkapan pelaku brutal hingga melumpuhkan ancaman tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Bukan hanya otot, tapi juga mental. Polisi harus tangguh secara fisik dan rohani,” tegas AKP Haryadi, Kasat Samapta Polres Tanah Laut, dalam arahannya.
BACA JUGA:Polisi Masuk Sekolah! Polres Tanah Laut Buka-bukaan Soal Bahaya Narkoba di SMAN 1 Batu Ampar
Profesionalisme Tanpa Arogan
Dalam pelatihan ini, personel juga dibekali pemahaman tentang:
Prosedur hukum dan standar operasional (SOP)
Etika penggunaan kekuatan
Pencegahan pelanggaran HAM dan penyalahgunaan wewenang
“Kami tegaskan, tidak boleh ada tindakan arogansi. Semua harus berjalan sesuai aturan dan komando,” tambah AKP Haryadi.
Latihan ini merupakan program berkelanjutan untuk mencetak personel respon cepat, disiplin tinggi, dan berjiwa humanis. Tujuannya jelas: menghadirkan sosok polisi yang ditakuti oleh pelaku kejahatan, namun dicintai masyarakat.







