WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Suasana Pantai Batakan Lama, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dalam beberapa hari terakhir ramai oleh aktivitas tak biasa: panen ubur-ubur! Para nelayan dan warga Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, tampak antusias mengangkut hewan laut transparan itu ke daratan. Ubur-ubur tersebut dikumpulkan dalam keranjang besar dan langsung dibeli oleh pengepul dengan harga Rp12.000 per keranjang. Menariknya, hasil panen ini akan diekspor ke luar negeri, menjadikan ubur-ubur lokal sebagai komoditas bernilai tinggi. "Rezeki kada ke mana, ini musim ubur-ubur, alhamdulillah bisa buat tambahan penghasilan," ujar seorang warga. Warganet Heboh: β€œBisa Buat Selai Krabby Patty ala Spongebob?” BACA JUGA:HEBOH Penolakan Alkah di Kabupaten Banjar, Warga Kompak Tolak Kampung Jadi Kuburan! Fenomena panen ubur-ubur ini pun langsung viral di media sosial. Netizen menanggapi dengan beragam komentar unik, lucu, hingga kagum: "Warga Batakan mana suaranya πŸ™ŒπŸ»" "Buat selai ubur-ubur kaya Spongebob. Campur burger enak pol kayanya πŸ˜‚" "Rezeki kada kemana-mana, tinggal nyaring bae di pinggir pantai," "Waaaw bisa buat selai Krabby Patty" Tak sedikit pula yang penasaran dengan fungsi ubur-ubur ini. Meski tampak aneh bagi sebagian orang, ubur-ubur ternyata menjadi bahan olahan makanan di beberapa negara Asia dan berpotensi besar di industri ekspor maritim. "Dimakan kah tu ubur-ubur, buat apa?" "Pantai Borneo juga ada, tapi sdikit aja. Ini mah panen besar!" "Kada ngalih kada, itu kena ubur-ubur dijadikan selai jua πŸ˜‚" Dari Pantai Batakan ke Pasar Global Menurut informasi dari warga, panen ubur-ubur ini merupakan musiman, biasanya terjadi saat kondisi laut mendukung. Ubur-ubur akan dibawa ke pengepul untuk kemudian diolah dan diekspor, terutama ke negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, hingga Korea, di mana ubur-ubur menjadi bahan kuliner eksotis. Potensi maritim Desa Batakan pun kembali menjadi sorotan, terutama karena tidak hanya potensi pariwisata, tetapi juga sebagai ladang rezeki musiman bagi nelayan dan warga pesisir.(Wartabanjar.com/talainfo_/berbagai sumber) editor: nur muhammad