WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dari kabupaten kecil di Hulu Sungai Tengah, Ratikita.id kini bersiap menembus pasar nasional! Tepat di usia keempat, bank sampah digital pertama di Kalimantan Selatan ini menggelar syukuran sekaligus mengumumkan langkah ekspansi ke luar provinsi. Perayaan ini digelar Kamis (17/7/2025), dirangkai dengan aksi 100 orang bersih-bersih lingkungan di kawasan wisata Pagat, Batu Benawa, sehari sebelumnya, Rabu (16/7/2025). Aksi ini menjadi bagian dukungan terhadap program nasional FOLU Net Sink 2030. Dari Mandiri ke Mandiri Berkembang Chief Technology Officer (CTO) Ratikita.id, Muhammad Zuhdi Rajibi, mengungkapkan bahwa perjalanan platform ini dimulai secara swadaya sejak 1 Januari 2021. Berkat dukungan masyarakat, mitra, hingga akademisi, Ratikita tumbuh menjadi pionir dalam digitalisasi pengelolaan sampah di Kalimantan. BACA JUGA:Ribuan Santri TK/TPA di HST Diwisuda, Bupati: Anak Cinta Al-Qur’an Adalah Investasi Bangsa! "Kami membangun ini dari nol, tanpa suntikan dana awal dari luar. Sekarang kami masuk tahap pengembangan lanjutan, dengan target ekspansi ke Kalimantan Tengah dan beberapa daerah lainnya," jelas Zuhdi. Dalam waktu dekat, tim Ratikita akan menguji coba fitur baru di beberapa wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selama satu tahun penuh, dengan evaluasi bulanan bersama mitra terpilih. 6.929 Nasabah dan Terus Bertumbuh Hingga pertengahan 2025, Ratikita.id telah mencatat: 6.929 nasabah aktif Kemitraan dengan 45 sekolah, 23 kafe/restoran, dan 9 perusahaan/industri Penambahan struktur organisasi termasuk divisi Public Relation Officer, yang kini dipegang Muhammad Hidayatullah Divisi baru ini bertugas membangun komunikasi lintas sektor dan melakukan riset kebutuhan pasar secara berkala. CEO: Kita Siap Naik Kelas! CEO Ratikita.id, Muliyadi Saputra, menegaskan bahwa ulang tahun keempat ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru. Ia mengajak generasi muda Hulu Sungai Tengah untuk bangkit dan percaya diri dalam menghadirkan solusi berkelanjutan berbasis teknologi. “Kami ingin jadi bukti bahwa anak daerah pun mampu bersaing secara nasional, bahkan global. Ratikita bukan hanya tentang sampah, tapi tentang perubahan pola pikir masyarakat terhadap keberlanjutan,” ujarnya. Muliyadi juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga, tempat kerja, hingga sekolah.(Wartabanjar.com/Adew) editor: nur muhammad