TNI Tampil Keren di Bastille Day 2025: Prabowo Hormat, Macron Terpukau!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Penampilan luar biasa ditunjukkan pasukan gabungan TNI dan Polri dalam parade akbar Bastille Day 2025 yang digelar di Champs-Élysées, Paris, Senin (14/7). Dengan formasi rapi dan semangat tinggi, kontingen Satgas Patriot II mencuri perhatian dunia. Tidak hanya memperagakan baris-berbaris militer, pasukan ini juga membawa elemen budaya Indonesia yang mencolok, mulai dari tarian tradisional hingga maskot unik yang mewakili matra darat, laut, dan udara macan tutul, ikan hiu, serta burung elang.
[caption id="attachment_330628" align="aligncenter" width="407"]
Sumber foto: Istimewa[/caption]
Aksi TNI-Polri ini tidak hanya memikat warga Prancis, tapi juga membuat bangga Indonesia. Presiden Prabowo Subianto, yang hadir di lokasi berdampingan dengan Presiden Emmanuel Macron, memberikan hormat penuh kepada pasukan. Momen hangat pun terjadi ketika Macron terlihat bertepuk tangan meriah saat kontingen Indonesia lewat di depan panggung kehormatan. Pemandangan ini menjadi simbol kuatnya hubungan bilateral kedua negara dalam bidang pertahanan.
Total ada 451 personel gabungan dari TNI, Taruna Akademi TNI, dan Akpol yang berpartisipasi dalam parade ini. Mereka telah berada di Prancis sejak 6 Juli 2025 untuk menjalani berbagai persiapan dan latihan sebelum tampil di Bastille Day. Kesiapan dan performa mereka menunjukkan profesionalisme militer Indonesia di level internasional.
Tampilan maskot-makot khas dari setiap matra membuat kontingen Indonesia tampil beda dibandingkan peserta lain. Dengan wajah-wajah garang namun kreatif, maskot ini membawa pesan kekuatan sekaligus identitas khas Nusantara yang bersanding apik dengan tata barisan yang rapi. Kehadiran tarian tradisional juga memperkaya nuansa budaya dalam parade yang biasanya hanya menampilkan aspek militer.
Partisipasi Indonesia dalam Bastille Day tahun ini bukan cuma soal unjuk kekuatan, tetapi juga bentuk nyata dari diplomasi pertahanan dan perdamaian global. Parade ini sekaligus memperingati 100 tahun penyalaan api abadi La Flamme serta simbol Bleuet de France sebagai penghormatan kepada pahlawan dan korban perang. Lewat momentum ini, TNI menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia tak hanya tangguh, tapi juga membawa semangat persahabatan dunia. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar
Sumber foto: Istimewa[/caption]
Aksi TNI-Polri ini tidak hanya memikat warga Prancis, tapi juga membuat bangga Indonesia. Presiden Prabowo Subianto, yang hadir di lokasi berdampingan dengan Presiden Emmanuel Macron, memberikan hormat penuh kepada pasukan. Momen hangat pun terjadi ketika Macron terlihat bertepuk tangan meriah saat kontingen Indonesia lewat di depan panggung kehormatan. Pemandangan ini menjadi simbol kuatnya hubungan bilateral kedua negara dalam bidang pertahanan.
Total ada 451 personel gabungan dari TNI, Taruna Akademi TNI, dan Akpol yang berpartisipasi dalam parade ini. Mereka telah berada di Prancis sejak 6 Juli 2025 untuk menjalani berbagai persiapan dan latihan sebelum tampil di Bastille Day. Kesiapan dan performa mereka menunjukkan profesionalisme militer Indonesia di level internasional.
Tampilan maskot-makot khas dari setiap matra membuat kontingen Indonesia tampil beda dibandingkan peserta lain. Dengan wajah-wajah garang namun kreatif, maskot ini membawa pesan kekuatan sekaligus identitas khas Nusantara yang bersanding apik dengan tata barisan yang rapi. Kehadiran tarian tradisional juga memperkaya nuansa budaya dalam parade yang biasanya hanya menampilkan aspek militer.
Partisipasi Indonesia dalam Bastille Day tahun ini bukan cuma soal unjuk kekuatan, tetapi juga bentuk nyata dari diplomasi pertahanan dan perdamaian global. Parade ini sekaligus memperingati 100 tahun penyalaan api abadi La Flamme serta simbol Bleuet de France sebagai penghormatan kepada pahlawan dan korban perang. Lewat momentum ini, TNI menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia tak hanya tangguh, tapi juga membawa semangat persahabatan dunia. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar