WARTABANJAR.COM, BARABAI – Ketua PMI Kalimantan Selatan, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah resmi melantik Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) periode 2025–2030. Yajid Fahmi dipercaya sebagai Ketua PMI HST bersama 14 pengurus lainnya dalam prosesi pelantikan yang digelar di Pendopo Bupati HST, Minggu (13/7/2025). Mengusung tema “Sinergi Organisasi untuk Komitmen Mutu Pelayanan dan Kemanusiaan", acara pelantikan diisi dengan pengucapan janji dan sumpah pengurus, penyerahan panji PMI, penandatanganan berita acara, serta pemasangan pin kepada pelindung PMI HST, yakni Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal. Baca Juga Kemenag Naikkan Tunjangan Guru PAI Non ASN Rp 500.000, Pencairan Dirapel dari Januari 2025 Dalam sambutannya, Yajid Fahmi menyampaikan rasa syukurnya sekaligus menegaskan bahwa jabatan ini merupakan amanah yang penuh tanggung jawab untuk kemanusiaan. “Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan sekaligus beban moral. Saya berada di posisi ini adalah bagian dari tuntutan janji dan komitmen saya untuk berbuat dalam misi kemanusiaan, khususnya di Kabupaten HST,” ucapnya. Ia menyoroti dua permasalahan utama yang kerap terjadi di HST, yakni bencana banjir dan ketidakstabilan stok darah. Untuk itu, pihaknya berharap kehadiran pengurus PMI yang baru dapat membantu menanggulangi masalah tersebut. “Semoga dengan sinergi yang terbangun baik bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak, PMI bisa menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang ada,” ujarnya. Yajid juga menegaskan bahwa selain mendapat dukungan dari pemerintah daerah, PMI HST akan menjalin kerja sama dengan instansi swasta maupun lembaga lain guna menunjang kebutuhan operasional yang mendesak. Ketua PMI Kalimantan Selatan, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, turut mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru PMI HST setelah sempat mengalami kevakuman. “Saya merasa lega karena HST telah melahirkan pengurus baru. Saya yakin PMI HST akan kembali eksis dan bergerak di tengah masyarakat,” katanya. Ia juga mendorong agar PMI HST dapat memiliki Unit Pelayanan Darah sendiri di masa mendatang, guna mengatasi persoalan ketersediaan darah di wilayah setempat. “PMI saat ini menyuplai lebih dari 95% kebutuhan darah nasional, mencapai lebih dari 5,5 juta kantong per tahun. Ini adalah bagian dari misi kemanusiaan yang tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya. Lebih jauh, Gusti Iskandar mengingatkan bahwa tugas PMI tidak hanya sebatas urusan donor darah, melainkan juga mencakup penanganan bencana, kerawanan sosial, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Ia pun berpesan kepada pengurus PMI HST agar aktif membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh instansi daerah, serta rutin melaporkan program-program yang dijalankan kepada kepala daerah agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati HST H. Samsul Rizal, Kapolres HST, Dandim 1002/HST, Kejari HST, relawan PMI, serta pengurus PMI Provinsi Kalimantan Selatan. (Adew) Editor Restu