Warga Binaan Rutan Pelaihari Ubah Limbah Jadi Batako

Usai seremoni, Wakil Bupati dan Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel meninjau langsung demo pembuatan paving block dan menyerahkan cetakan paving block kepada perwakilan warga binaan.

Manajer PT PLN Indonesia Power Bisnis Pembangkitan Asam-Asam, Reo Yanuar Hadi, mengungkapkan potensi besar dari pemanfaatan FABA ini.

Ia menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan dari FABA memiliki kualitas dan kekuatan yang teruji.

“Secara kekuatan sebetulnya lebih di atas ya, kekerasannya itu dengan paving block atau batako biasa ini lebih keras sehingga lebih kuat,” ungkap Reo Yanuar Hadi saat di wawancarai usay acara.

Ia juga menambahkan bahwa hasil riset dari Universitas Lambung Mangkurat menunjukkan keunggulan ini.

Saat ini, hasil produksi paving block dan batako dari FABA ini belum dipasarkan secara komersial.

Pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung kegiatan CSR PLTU Asam-Asam, seperti pembangunan di sekolah, pesantren, mushola, dan masjid.

Kapasitas produksi manual dapat mencapai kurang lebih 500 pcs per hari, sementara dengan menggunakan mesin bisa mencapai 1.000 pcs per hari.

Limbah FABA yang dihasilkan PLTU Asam-Asam sendiri mencapai sekitar 7.000 ton per bulan, menjamin pasokan bahan baku yang kontinu untuk program pembinaan ini. (Gazali)

Editor Restu