WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Inovasi pembinaan kemandirian warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Melalui pemanfaatan limbah fly ash bottom ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam, program ini diharapkan dapat membekali warga binaan dengan keterampilan berharga untuk kembali ke masyarakat.
Penandatanganan kerja sama antara Rutan Pelaihari dan PLTU Asam-Asam menjadi tonggak penting dalam inisiatif yang berorientasi pada pemberdayaan manusia ini.
Baca Juga
Program pemanfaatan FABA, yang sebelumnya dianggap sebagai limbah B3, kini telah diubah menjadi sumber daya bernilai yang mendukung kegiatan sosial dan pembinaan keterampilan.
Bupati Tala, H. Rahmat Trianto, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan atas kolaborasi progresif ini.
“Program pemanfaatan FABA bukan hanya menjadi bagian pengelolaan limbah ramah lingkungan, tetapi juga menjadi peluang besar dalam pembinaan keterampilan dan kemandirian warga binaan,” ujar Bupati Rahmat.
Ia meyakini bahwa pelatihan kerja berbasis limbah FABA akan membekali warga binaan dengan keahlian yang sangat bernilai saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, mewakili Rutan Pelaihari, dan Manajer PT PLN Indonesia Power, Reo Yanuar Hadi, mewakili PLTU Asam-Asam.







