Nekat Main Layangan Lagi, Wakil Wali Kota Ananda Turun Tangan, Tegur Warga di Jembatan di Banjarmasin
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Meski sudah pernah dibubarkan petugas, aksi nekat warga bermain layangan di area jembatan kawasan Banjarmasin kembali terjadi. Padahal, aktivitas ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @kalimantanpunya.id, bahkan terlihat Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, turun langsung ke lokasi dan menegur warga yang masih asyik bermain layangan di area publik tersebut.
“Utamakan keselamatan. Fasilitas umum bukan tempat bermain yang berisiko,” demikian imbauan dari pihak pemerintah.
BACA JUGA:Tampil Anggun Bergaun Sasirangan, Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Harumkan Identitas Lokal di Panggung Nasional
Aksi bermain layangan di jembatan memang kerap menuai protes, mengingat benang layangan bisa menjerat pengguna jalan hingga menyebabkan kecelakaan serius.
Fenomena ini pun memicu reaksi warganet yang geram dengan sikap tak acuh sebagian warga:
"Suruh Satpol PP kumpulkan yang main kelayangan di jalanan, orang tuanya juga sekalian. Sudah ada korbannya, masih aja ngeyel," tulis seorang netizen.
"Buat festival layangan sekalian, biar mereka punya ruang. Tapi di jalan kota, tetap dilarang keras!"
"Iya bujur, tiap hari lewat situ jadi takut, ngeri kena benang layangan yang tajam!"
"Sudah pernah ditindak kemarin, tapi balik lagi. Perlu pos jaga permanen Satpol PP!"
Sebagian juga menyarankan solusi jangka panjang agar pemerintah menyediakan ruang terbuka khusus bermain layangan, karena banyak area lapang kini justru dipenuhi kabel dan bangunan.
"Ruang terbuka buat bermain juga makin sempit, banyak kabel WiFi. Ya akhirnya mereka ke jalan..."
Satpol PP pun diharapkan bertindak lebih konsisten, bukan hanya saat viral. Beberapa warga bahkan menyarankan penindakan lebih tegas, termasuk sanksi sosial hingga penyitaan peralatan layangan.(Wartabanjar.com/kalimantanpunya.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad