WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Seorang anak mengalami luka serius di bagian mulut akibat terjerat benang layangan saat melintas bersama ibunya di Jembatan HKSN, Banjarmasin Utara, tak jauh dari Makam Sultan Suriansyah, Rabu sore (9/7/2025). Peristiwa mengerikan itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @info_kejadian_banjarmasin. Dalam narasi disebutkan, sang anak harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi karena robekan cukup dalam di bagian bibirnya. Netizen Murka dan Prihatin: “Sudah Banyak Jadi Korban!” Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar netizen yang menuntut tindakan tegas dari pemerintah. Banyak yang menyuarakan keresahan karena kasus benang layangan melukai pengguna jalan bukan kali pertama terjadi. BACA JUGA:Heboh Benang Layangan Bikin Mulut Bocah Banjarmasin Sobek, Sejumlah Warganet Ngaku Pernah Jadi Korban Juga “Asli kada ketuju bener lawan kelayangan ni, benangnya itu lho… melukai orang. Banyak sudah korban,” tulis seorang warganet. “Ulun aja wahini kada wani lagi lewat atas kalau bawa anak,” komentar lainnya. “Anak ulun sampai mau dioperasi karena benang kelayangan,” ungkap akun lain dengan nada sedih. “Tolong Pa @m_yamin_hr, bikin larangan main layangan di kota! Sudah banyak korban. Sekarang sudah ada drone, buat apa kelayangan lagi?” tulis pengguna yang menandai pejabat lokal di kolom komentar. Layangan di Jalan Jadi Ancaman Serius Fenomena layangan liar di area jalan raya dinilai semakin membahayakan. Tak sedikit pengguna jalan yang mengaku tak berani lewat Jembatan HKSN lagi, terutama jika membawa anak kecil atau berboncengan. Beberapa warga juga mengeluhkan benang layangan sering menjerat kendaraan bermotor, bahkan terbang ke arah wajah pengendara. Kondisi ini dianggap tidak hanya membahayakan jiwa, tapi juga melanggar ketertiban umum. Seruan Larangan Total Bermain Layangan di Kota Masyarakat mendesak agar pemerintah melarang total aktivitas bermain layangan di wilayah perkotaan, terlebih yang menggunakan benang gelasan (kaca) yang sangat tajam. “Walau main di lapangan, kalau benangnya putus dan nyangkut ke jalan raya, tetap aja jadi ancaman. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu!” ujar salah satu komentar yang disukai ribuan orang. Kejadian ini menambah daftar panjang korban dari layangan di area publik. Sudah saatnya ada tindakan nyata dari pemerintah daerah, baik berupa penertiban, razia benang gelasan, hingga larangan penuh untuk bermain layangan di jalur padat kendaraan.(Wartabanjar.com/info_kejadian_banjarmasinberbagai sumber) editor: nur muhammad