WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Musim angin kencang yang bertepatan dengan tren bermain layang-layang kembali menimbulkan keresahan di Kota Banjarmasin. Terutama di kawasan Jembatan HKSN yang kerap dijadikan arena bermain oleh anak-anak dan remaja, meskipun sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, bersama jajaran Dinas Perhubungan dan Satpol PP turun langsung ke lokasi, Kamis (10/7/2025) untuk memasang spanduk imbauan di sepanjang Jembatan HKSN. Spanduk itu ditujukan khusus kepada anak-anak dan remaja yang kerap bermain layang-layang di lokasi tersebut. “Kita tahu, saat ini sedang musim angin, dan sepertinya tren bermain layang-layang sedang tinggi, tetapi kami tegaskan, jembatan bukan tempat bermain. Ini membahayakan keselamatan anak-anak dan mengganggu pengendara yang melintas,” ujar Yamin. Ia menjelaskan, benang layang-layang, terutama yang menggunakan gelasan atau nilon tajam, bisa menyebabkan luka serius, apalagi jika tersangkut atau terkena pengendara sepeda motor. Beberapa kasus kecelakaan ringan hingga luka robek akibat benang layang-layang telah terjadi di wilayah itu. “Benangnya panjang, tajam, dan sulit terlihat. Kita harus waspada, karena ini sangat berbahaya,” tambahnya. Pemerintah Kota Banjarmasin, lanjut Yamin, tidak hanya akan memberikan imbauan, tetapi juga akan menindak secara persuasif. BACA JUGA: Israel Makin Terjerumus Konflik, Putra Netanyahu Ganti Nama karena Takut Bertemu Umat Islam “Jika kedapatan masih bermain di area terlarang seperti jembatan, akan kami tegur. Kalau berulang, layang-layangnya akan kami sita," papar Yamin. Kalau masih melanggar, katanya, bisa saja pelakunya dibina lebih lanjut. "Seperti kata Kang Dedi Mulyadi, 'Kita Bawa ke Barak',” tegasnya. Ia juga mengimbau para orang tua agar ikut mengawasi aktivitas anak-anaknya. Menurutnya, bermain layang-layang sebaiknya dilakukan di lapangan terbuka yang jauh dari lalu lintas dan jaringan listrik. “Kalau mau main, cari tempat yang benar-benar aman. Jangan di tengah kota, apalagi di atas jembatan. Kalau bisa, ya jangan main dulu, karena risikonya sangat besar,” pungkasnya. (Ramadan) Editor: Yayu