DPRD Banjarmasin Serap Aspirasi Warga Lewat 140 Titik Reses, Isu Elpiji hingga Bansos Jadi Sorotan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Seluruh anggota DPRD Kota Banjarmasin menggelar kegiatan reses masa sidang ke-2 tahun 2025 di total 140 titik wilayah, yang berlangsung selama tiga hari sejak 27 hingga 29 Juni 2025.
Beragam persoalan masyarakat mengemuka dalam reses tersebut, mulai dari keluhan seputar infrastruktur, distribusi bantuan sosial (bansos), hingga kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram.
Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Ristanto, menjelaskan bahwa setiap anggota dewan melaksanakan kegiatan reses di 3 hingga 4 titik di daerah pemilihannya masing-masing.
“Jumlah total titik mencapai 140 lokasi. Kami di sekretariat bertugas memfasilitasi seluruh kebutuhan kegiatan ini,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, dari 45 anggota DPRD Banjarmasin, masing-masing difasilitasi untuk menjaring aspirasi warga secara langsung dengan mengundang hingga 600 orang. Jumlah tersebut bisa dibagi dalam tiga hingga empat kali pertemuan di lokasi berbeda.
BACA JUGA:17 SMP di Banjarmasin Krisis Pendaftar, DPRD Desak Evaluasi Total Sistem Penerimaan Siswa
“Pelaksanaan reses berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Aspirasi Warga: Elpiji, Bansos, hingga Drainase
Anggota DPRD Banjarmasin, Eddy Junaidi, yang melaksanakan reses di Jalan Dahlia, Kebun Sayur RT 11, Kelurahan Mawar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, menuturkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.
“Aspirasi tidak hanya disampaikan langsung, tetapi juga melalui surat tertulis dari warga,” ujar Eddy.
Ia menyebut, beberapa aspirasi yang diserap antara lain menyangkut program bansos yang tidak lagi diterima sebagian warga seperti PKH, masalah harga dan distribusi gas elpiji 3 kilogram, serta permintaan perbaikan jalan dan sistem drainase.
“Hal ini akan kami bawa ke forum resmi dan kami perjuangkan agar pemerintah kota memberi perhatian,” ujarnya.
Koperasi Merah Putih Juga Disorot
Sementara itu, anggota dewan lainnya, Hendra, menyampaikan bahwa selain isu klasik seperti infrastruktur dan sampah, program pemerintah pusat Koperasi Merah Putih juga menjadi perhatian warga dalam resesnya di tiga titik lokasi.
Menurut Hendra, masyarakat menyambut baik program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut, namun masih memerlukan sosialisasi lebih lanjut.
“Pemkot harus lebih aktif turun ke lapangan untuk memberikan penjelasan detail soal Koperasi Merah Putih agar masyarakat benar-benar memahami manfaat dan cara mengaksesnya,” tandasnya.(Wartabanjar.com/iqnatius)
editor: nur muhammad