VIRAL! Bangunan Pasar Ujung Murung Banjarmasin Kembali Ambruk, Kejadian Kedua Picu Kekhawatiran
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sebuah video yang beredar di media sosial Instagram memperlihatkan detik-detik bangunan di Pasar Ujung Murung diduga kembali ambruk pada Selasa malam (24/3/2026).
Video tersebut diunggah oleh akun @info_banjarmasin dan langsung menarik perhatian warganet. Dalam keterangan unggahan disebutkan bahwa peristiwa ini merupakan kejadian kedua kalinya, namun dipastikan tidak ada korban luka maupun meninggal dunia.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait kronologi lengkap insiden ambruknya bangunan tersebut.
Kejadian Kedua dalam Waktu Dekat
Sebelumnya, bangunan di kawasan Pasar Ujung Murung juga ambruk secara tiba-tiba pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Dalam peristiwa pertama tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka serius berupa patah tulang akibat tertimpa material bangunan.
Korban diketahui merupakan pedagang atau warga yang berada di lokasi saat kejadian dan langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Bangunan Tua dan Rawan
Dari informasi yang dihimpun, bangunan yang ambruk diduga sudah berusia tua dan tidak lagi layak digunakan. Struktur bangunan bahkan dilaporkan telah lama mengalami kemiringan, sehingga berisiko tinggi roboh sewaktu-waktu.
Letaknya yang berada di bantaran sungai juga diduga memperparah kondisi fondasi bangunan. Tidak hanya itu, sekitar 16 bangunan lain di kawasan tersebut disebut-sebut berada dalam kondisi serupa dan berpotensi mengalami keruntuhan.
Desakan Audit dan Penataan
Insiden berulang ini memicu kekhawatiran berbagai pihak. DPRD Banjarmasin sebelumnya telah mendesak pemerintah kota untuk segera melakukan audit kelayakan bangunan di kawasan pasar.
Selain itu, Perumda Pasar bersama Pemerintah Kota Banjarmasin juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh serta mempertimbangkan penataan ulang kawasan Pasar Ujung Murung agar lebih aman bagi pedagang dan pengunjung.
Diketahui, bangunan yang roboh merupakan milik pribadi, sehingga tanggung jawab perawatan berada di tangan pemilik. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan bangunan tua di area padat aktivitas.