Pasar Galuh Cempaka Heboh! Pengemis Lansia Meninggal Dunia, Diduga Akibat Epilepsi Kambuhan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Suasana Pasar Galuh Cempaka, Kota Banjarbaru, mendadak hening pagi itu. Seorang pengemis lansia bernama Wahid (68) mengembuskan napas terakhir saat sedang duduk meminta belas kasihan dari para pengunjung, Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 10.00 WITA.
Menurut keterangan saksi mata, Airi, yang merupakan pedagang di pasar tersebut, korban kerap terlihat duduk di depan tokonya setiap hari pasar digelar, yaitu Selasa dan Jumat.
“Korban sering duduk bersila di depan toko saya. Tiba-tiba saya lihat tangannya menggenggam ke dada, matanya menatap ke atas, mulutnya bergerak ke kiri dan kanan, lalu tubuhnya perlahan terbaring,” jelas Airi.
Ia menyebut, saat itu Wahid masih tampak melafalkan dzikir dengan pelan sambil mengenakan masker. Namun, beberapa detik kemudian, genggaman tangannya melemah dan matanya tertutup.
BACA JUGA:Bhayangkara Color Run 2025 Siap Guncang Tabalong! 1.102 Peserta Ramaikan Hari Bhayangkara ke-79
“Saya dan beberapa pengunjung langsung memeriksa nadinya, tapi tidak terasa detak jantungnya,” ujarnya.
Airi juga menambahkan bahwa Wahid diketahui memiliki riwayat epilepsi kambuhan, meski saat kejadian tidak ditemukan busa atau cairan di mulutnya saat maskernya dibuka.
H. Yulita, pedagang pecah belah yang juga berada di lokasi, menyaksikan detik-detik terakhir korban. Ia menyebut korban sempat berpindah posisi sejauh enam meter dari tempat duduk awalnya sebelum kejang terjadi.
Sementara itu, Murjan, tetangga korban, mengaku sudah berniat menjemput Wahid ke pasar. Namun, sesampainya di lokasi, ia justru mendapat kabar bahwa Wahid telah jatuh.
“Saya sempat mengangkat kepala beliau dan berusaha menyadarkan, sambil menghubungi pihak keluarga,” ungkapnya sedih.
Polisi Lakukan Pemeriksaan, Keluarga Tolak Otopsi
Kapolsek Cempaka, Iptu Ketut Sedemen, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSD Idaman Banjarbaru untuk pemeriksaan awal.
“Pihak keluarga menolak visum maupun otopsi, dan menyatakan menerima kematian korban sebagai takdir. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” terang Iptu Ketut.
Insiden ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Galuh Cempaka yang mengenal sosok Wahid sebagai pengemis lansia yang ramah dan tidak pernah mengganggu.(Wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad