Heboh! Diduga Pelaku Tabrak Lari, Mobil Dirusak Massa di Tengah Jalan Bypass IB Mantra Bali
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, DENPASAR – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi massa yang merusak sebuah mobil di tengah Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, jalur utama yang menghubungkan Denpasar, Gianyar, dan Klungkung, Bali, pada Jumat (4/7/2025). Aksi tersebut terjadi di siang bolong dan langsung menarik perhatian warganet.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @jeg.bali_ menyebutkan bahwa mobil tersebut diduga merupakan kendaraan pelaku tabrak lari yang melintas di kawasan Bypass Ida Bagus Mantra sekitar pukul 11.00 WITA. Mobil itu dihentikan warga, lalu dirusak secara beramai-ramai.
Aksi main hakim sendiri itu pun menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Beberapa komentar menunjukkan kemarahan, sementara yang lain mempertanyakan etika dan legalitas tindakan tersebut:
BACA JUGA:Pipa Bocor, Air Leding ke Sejumlah Wilayah Gambut, A. Yani Hingga Liang Anggang Malam ini Mati 12 Jam
"Serius ini di Bali?"
"Tumben dengar sampai kayak begini."
"Kalau kalian di posisi warga yang dirugikan, pasti ikut marah. Si pelaku pantas mendapat pelajaran karena banyak korban."
"Kalau motor yang tabrak lalu kabur, apa boleh juga diperlakukan seperti ini?"
"Menurut media lain, pelaku tabrak lari dari Pasar Mambal, menuju Tohpati, dan berakhir di Bypass IB Mantra."
"Kalau dia berhenti dan bertanggung jawab, mungkin tidak sampai seperti ini. Tapi tetap, tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan!"
"Tumben Bali anarkis gini?"
"Kalau saya lihat mobil ugal-ugalan tabrak lari di bypass, saya juga akan ikut rusakkin! Biar dipenjara juga bodo amat."
"Ini tetap melanggar hukum, tidak ada yang dibenarkan dari aksi main hakim sendiri!"
Peristiwa ini memunculkan banyak pertanyaan tentang batas antara keadilan dan pelanggaran hukum. Warganet juga mempertanyakan apakah video ini nantinya bisa dijadikan barang bukti untuk menuntut balik para pelaku perusakan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun identitas pelaku tabrak lari maupun kerusakan kendaraan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana emosi massa bisa meledak saat hukum dianggap tak segera bertindak. Namun, tetap harus diingat bahwa tindakan anarkis atau main hakim sendiri bisa berujung pada konsekuensi hukum.(Wartabanjar.com/jeg.bali_/berbagai sumber)
editor: nur muhammad