WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Abdul Kadir, ayah dari AS (20), korban kecelakaan tragis yang tewas ditabrak dump truk di Banjarbaru pada 4 Juni 2025, akhirnya angkat bicara. Dalam konferensi pers yang digelar Polres Banjarbaru, Kamis pagi (3/7/2025), ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran kepolisian atas kinerja dan komitmen mereka dalam menuntaskan kasus ini. “Saya sangat berterima kasih atas kerja keras Polres Banjarbaru, khususnya Bapak Kapolres dan Kanit Lantas yang dari awal terus menjalin komunikasi dengan kami. Ini proses yang berat, namun mereka tetap menjalankan tugas dengan tanggung jawab,” ujar Abdul Kadir di hadapan awak media. Meski kehilangan putra semata wayangnya, Abdul Kadir tetap memilih menahan emosi dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat berwenang. “Saya tidak akan ikut campur soal pasal apa yang dikenakan. Tapi jelas tersangka ini telah mengambil nyawa anak saya dan lari tanpa tanggung jawab. Saya percayakan sepenuhnya kepada Pak Kapolres,” tegasnya. BACA JUGA:Tewaskan Pengendara Motor dan Kabur 23 Hari, Sopir Truk Akhirnya Ditangkap di Jawa Tengah! Pemilik Truk Tak Ada Empati Di balik ucapan terima kasih kepada polisi, Abdul Kadir menyentil sikap keluarga pemilik dump truk yang disebut belum menunjukkan empati sejak kejadian. Ia mengungkapkan rasa kecewa karena hingga saat ini belum ada pihak dari keluarga pelaku yang menjalin komunikasi atau menawarkan bantuan. “Motor anak saya itu baru saya belikan belum genap satu tahun. Saya tidak meminta yang berlebihan, hanya mohon agar tanggung jawab moral dan materiil bisa dikomunikasikan dengan baik,” katanya dengan nada haru. Harapan untuk Keadilan Sebagai orang tua, Abdul Kadir tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam atas kehilangan buah hatinya. Namun ia memilih menerima musibah ini sebagai bagian dari takdir, sembari berharap keadilan tetap ditegakkan. “Saya kehilangan anak saya, dan itu luka yang tak bisa tergantikan. Tapi saya percaya, ada yang lebih menyayanginya di sisi-Nya. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan, agar ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tutupnya.(Wartabanjar.com/IKhsan) editor: nur muhammad