WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Prestasi bulu tangkis Indonesia sepanjang paruh musim 2025 menunjukkan tren yang memprihatinkan, terutama di sektor tunggal putra dan putri. Hingga awal Juli, seluruh gelar yang berhasil diraih pelatnas berasal dari sektor ganda, menandakan krisis yang berkelanjutan di nomor individu. Hal ini menjadi sorotan serius dalam evaluasi kinerja pelatnas yang dipimpin Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat. “Kami sudah perhatikan sejak awal tahun. Sektor tunggal belum bisa bersaing konsisten, sementara ganda masih jadi tulang punggung,” ujar Taufik dalam sesi wawancara di Kantor Kemenpora, Jakarta. Gelar Hanya Datang dari Ganda Dua gelar yang berhasil dibawa pulang pelatnas sepanjang 2025 semuanya berasal dari turnamen Super 300: Ganda Putri: Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti – Thailand Masters 2025 Ganda Campuran: Afar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu – Taiwan Open 2025 Sementara itu, sektor tunggal belum sekalipun menembus final di level Super 500 ke atas. Bahkan di beberapa turnamen, pemain tunggal Indonesia tersingkir di babak awal. Krisis Regenerasi di Tunggal Putra dan Putri? Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan kemandekan regenerasi atlet tunggal, terutama pasca era Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Gregoria Mariska yang kini belum tergantikan oleh nama-nama baru yang solid secara konsisten. “Harus ada peta jalan pembinaan yang lebih kuat untuk tunggal. Kita tidak bisa terus-menerus andalkan generasi lama,” kata seorang sumber internal PBSI. PBSI dikabarkan akan mempercepat pembinaan kelompok umur dan memperbanyak uji tanding internasional bagi pemain tunggal muda. Taufik: “Semua Harus Diubah, Termasuk Pola Latihannya” Taufik Hidayat menekankan perlunya pendekatan baru dalam membina sektor tunggal, mulai dari mental, strategi bermain, hingga sistem latihan. “Kalau perlu pola latihannya diubah. Gaya main tunggal kita terlalu mudah ditebak, terutama lawan dari Asia Timur dan Eropa,” jelasnya. PBSI juga berencana menambah sparring partner asing dan pelatih tamu internasional guna memberi warna baru dalam proses latihan. (Aar)   Editor: Andi Akbar