Polda Kalsel Bongkar Jaringan Narkoba Fredy Pratama, Sita 400 Kg Sabu dalam 2 Tahun
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Peredaran narkoba jaringan Fredy Pratama terbukti sangat masif di Kalimantan Selatan.
Sejak 2024, jajaran Polda Kalsel telah mengungkap peredaran sabu dari jaringan ini dalam jumlah besar, mencapai lebih dari 400 kilogram.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyebutkan, pada 2024 pihaknya mengamankan sekitar 340 kilogram sabu, dan hingga pertengahan 2025 ini, kembali berhasil menyita sekitar 91 kilogram sabu dari jaringan yang sama.
Baca Juga
Gudang Bekas Kebakaran di Golden 10 Kembali Terbakar, Api Diduga dari Percikan Saat Pemotongan Besi
"Ini menunjukkan bahwa jaringan Fredy Pratama sangat aktif di Kalimantan Selatan, dan kami terus berupaya keras membongkarnya agar tidak semakin merusak generasi bangsa,” ungkap Kapolda kepada awak media, Senin (30/6/2025) siang.
Namun, upaya pengejaran terhadap Fredy Pratama yang merupakan otak di balik sindikat ini menghadapi tantangan besar.
Kapolda menyebut, Fredy dikenal sangat licin dan berpindah-pindah lokasi, mulai dari Kalimantan Barat, Malaysia, hingga Kamboja. Selain itu, Ia juga kerap berganti-ganti aplikasi komunikasi untuk menghindari pelacakan.
"Begitu ada upaya penangkapan, dia langsung ganti aplikasi. Ini membuat tim kami kesulitan melacak keberadaannya,” tambah Irjen Pol Yudha.
Meski begitu, pihak kepolisian terus meningkatkan kerja sama lintas wilayah untuk menangkap Fredy. Selain itu, koordinasi terus dilakukan guna mempersempit ruang gerakdan membongkar seluruh jaringan Fredy.
"Kami tidak hanya fokus pada pengejaran Fredy, tetapi juga pada pemutusan jalur distribusi narkoba agar tidak sampai ke tangan masyarakat," tegas Irjen Pol Yudha. (IKhsan)
Editor Restu