WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual dalam rangka Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2025, Strategi Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari Command Center Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Senin (30/6/2025).
Rakor dipimpin oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk yang dilanjutkan oleh Sekjen Mendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, juga dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPS RI Amalia, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan di Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, dan deputi terkait lainnya serta diikuti secara virtual oleh sejumlah Kepala Daerah dari seluruh Indonesia.
Kondisi Inflasi jadi bahasan pada pekan ke empat Juni serta langkah konkret pengendaliannya dan strategi menjaga pertumbuhan ekonomi di daerah.
Juga mengevaluasi pelaksanaan program Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
“Sasaran sudah mencapai 11 juta jiwa yang terlayani, dan target tahun 2025 ini, minimal kita bisa melayani masyarakat hingga 50 juta jiwa. Untuk itu, seluruh Kepala daerah diminta mendukung program PKG ini,” ujar Menkes RI, Budi Gunadi.
Kementerian Kesehatan RI mencatat, untuk Kalimantan Selatan yang melaksanakan PKG baru mencapai 22,1 persen. Sehingga perlu evaluasi lebih lanjut.
Sementara itu, usai mengikuti Rakor, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulkan menyampaikan kondisi inflasi pada pekan keempat Juni 2025, untuk Provinsi Kalsel aman terkendali.










