“Alhamdulillah, kondisi inflasi hingga pekan keempat Juni 2025 terkendali. Jika angka inflasi (y-o-y) secara nasional berada pada angka 1,60 persen, di Kalsel masih di bawah rata-rata inflasi Nasional, yakni 1,25 persen,” ujar Sulkan.
Sementara untuk Indek perkembangan harga (IPH) di Kalsel, disampaikan Sulkan berada pada angka -0,05 persen.
“Kabupaten dengan IPH tinggi terjadi di Kabupaten HSS sebesar 0,38 persen, Kabupaten Tapin 0,38 persen, dan Banjar 0,32 persen, sementara IPH terendah terjadi di Kabupaten Balangan -1,35 persen,” tambah Sulkan.
Untuk beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi, disebutkan Sulkan, yaitu bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit.
Sekedar diketahui, pada rapat kali ini juga dipaparkan mengenai evaluasi program Pembangunan 3 Juta Rumah Pertahun. Di sesi ini juga menekankan, agar semua Pemerintah Daerah dapat meningkatkan sosialisasi SKB Tiga Menteri secara masif, untuk percepatan realisasi program tersebut. (Rin/Adpim)
Editor Restu







