WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) mulai mematangkan persiapan menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan yang akan digelar di Kabupaten Tanah Laut pada Oktober hingga November 2025 mendatang. Salah satunya, melalui kegiatan Greet Meeting yang dilaksanakan di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, Kamis (26/6/2025). Plt. Kepala Dispora Kalsel, M. Fitri Hernadi, menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, khususnya menjelang ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut. Porprov, katanya, bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga momentum pembinaan dan seleksi atlet menuju tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, semua pihak mulai dari KONI kabupaten/kota hingga panitia pelaksana harus bersinergi sejak awal. Lebih lanjut, ia mengatakan pentingnya semua kontingen mengetahui secara rinci terkait cabang olahraga yang dipertandingkan, lokasi pertandingan (venue), serta kesiapan sarana latihan dan akomodasi atlet. "Koordinasi yang matang sangat penting agar semua aspek pelaksanaan sesuai standar kompetisi. Tidak hanya fasilitas, tetapi juga perlakuan terhadap atlet harus diperhatikan," ujar Fitri saat ditemui awak media seusai acara. Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa para peraih medali emas, perak, dan perunggu di Porprov XII akan menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang menuju ajang nasional seperti Pra-PON dan PON. BACA JUGA: Wanita Diduga Menceburkan Diri ke Laut Kotabaru "Ini bagian dari komitmen kami dalam kerangka Desain Besar Olahraga Nasional dan Daerah. Atlet peraih medali akan kami bina sebagai atlet elit Provinsi Kalsel. Mereka akan mendapatkan pembinaan khusus dari pemerintah provinsi, baik untuk level nasional maupun internasional," bebernya. Terlebih, Dispora Kalsel juga memberi perhatian khusus kepada atlet potensial yang mungkin belum menyabet medali, namun memiliki prospek tinggi di tingkat nasional. Menanggapi kekhawatiran Ketua KONI Kalsel soal banyaknya atlet berprestasi yang "dibajak" provinsi lain, Fitri mengungkapan pentingnya memberikan perhatian dan insentif bagi para atlet agar tetap membela Kalimantan Selatan. "Atlet adalah SDM unggul yang harus dibina bersama, tak hanya oleh pemerintah provinsi tapi juga kabupaten/kota dan sektor swasta. Mereka harus mendapatkan akses terhadap beasiswa, pelatihan, dan juga insentif yang layak, agar tak perlu hengkang ke daerah lain demi kelangsungan hidup mereka," imbuhnya. Oleh karena itu, Dispora Kalsel saat ini juga tengah menyusun rancangan kebijakan olahraga daerah yang diharapkan bisa mulai diimplementasikan pada 2027. "Sebagai upaya jangka panjang meningkatkan kualitas SDM melalui pembinaan olahraga," pungkasnya. (IKhsan) Editor: Yayu