WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi mengukuhkan pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030 dalam sebuah acara bertema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan”, yang digelar di Balai Rakyat HST, Selasa (24/6/2025). Acara ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, seperti Kepala Dinas Perdagangan HST, Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian HST, perwakilan Kodim 1002/HST, serta para ketua KTNA tingkat kabupaten dan kecamatan. Ketua KTNA HST, Saleh, menegaskan bahwa penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Ia mendorong adopsi teknologi pertanian modern sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan menarik minat generasi muda. BACA JUGA:VIDEO – DOHA MENCEKAM! Warga Panik Berlarian di Mal saat Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS, Netizen: Media Barat Tak Jujur! “Kita perlu membangun kebersamaan, termasuk dengan dinas-dinas terkait. Teknologi harus menjadi daya tarik baru agar generasi muda mau turun ke sawah,” ujarnya. Saleh menyoroti rendahnya ketertarikan anak muda terhadap dunia pertanian. Ia menyebut bahwa transformasi teknologi seperti penggunaan alat panen modern dan pengolahan sawah otomatis bisa menjadi solusi konkret. “Sekarang jarang sekali anak muda yang mau jadi petani, kecuali karena keadaan. Maka dari itu, pertanian harus lebih menarik, lebih ‘kekinian’,” tambahnya. Peran Strategis KTNA KTNA HST juga menyampaikan tantangan dalam mengedukasi petani agar mau menerima inovasi, seperti benih unggul dan alat pertanian modern. Untuk itu, KTNA berkomitmen menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemangku kebijakan. “Kontak tani itu bukan hanya soal budidaya, tapi juga hilirisasi, termasuk kelompok wanita tani dan pemuda tani,” tegasnya. Selain itu, KTNA HST juga aktif dalam mengawasi distribusi dan kualitas pupuk di lapangan. Mereka menemukan beberapa pupuk yang tidak sesuai standar berdasarkan uji laboratorium, yang dinilai berpotensi merugikan petani. Komitmen untuk Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan KTNA HST menyatakan akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan, melalui peningkatan kapasitas petani, pendampingan teknis di lapangan, dan advokasi kebijakan yang berpihak kepada petani. “Melalui sinergi semua pihak, kita harapkan pertanian HST ke depan semakin modern, mandiri, dan menjadi pilar utama ekonomi daerah,” tutup Saleh.(Wartabanjar.com/Adew) editor: nur muhammad