AMERIKA BERGEJOLAK! Rakyat Kepung Jalan, Desak Trump Mundur Usai Serang Iran
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memerintahkan serangan militer ke Iran memicu gelombang protes besar-besaran di berbagai kota di Amerika Serikat.
Alih-alih menuai dukungan, langkah Trump justru membuat ribuan warga turun ke jalan. Mereka menilai keputusan itu berbahaya, melanggar prinsip perdamaian, dan mengkhianati janji kampanye yang pernah digaungkan Trump.
"Demonstrasi pecah di seluruh penjuru Amerika. Rakyat turun ke jalan dengan penuh kemarahan karena Amerika menyerang Iran," tulis akun @PriyaPurohit di media sosial X.
Dalam berbagai unggahan yang viral, tampak warga memadati jalanan sembari membawa poster bernada kecaman. Tak sedikit pula yang menyerukan agar Trump mundur dari jabatannya sebagai presiden.
BACA JUGA:Polres HSS Tegaskan Komitmen Tuntaskan Kasus Mayat Tanpa Kepala di Loksado
"Tuntutan demonstran satu suara: Trump harus turun. Tidak boleh ada perang yang mengatasnamakan rakyat Amerika," lanjut Priya dalam cuitannya.
Warga AS Marah: 'Trump Dengarkan Netanyahu, Bukan Kami!'
Kemarahan warga AS dituangkan dalam berbagai komentar di media sosial. Banyak yang menilai bahwa kebijakan luar negeri Trump hanya menguntungkan Israel, bukan rakyat Amerika sendiri.
“Trump lebih dengar Netanyahu daripada rakyatnya sendiri,” tulis seorang netizen.
“Ini baru keren, rakyat AS! Jangan beri panggung untuk pemimpin yang menukar nyawa warganya demi ambisi Israel,” tambah yang lain.
Ada pula yang menyoroti penggunaan dana pajak rakyat untuk perang:
“Pajak rakyat dipakai buat ambisi politik! Belum lama menjabat, sudah hamburkan duit buat perang,” keluh warga lainnya.
Netizen: Amerika Jadi Boneka Perang, Rakyat Jadi Korban!
Aksi demonstrasi ini menjadi peringatan bahwa kebijakan militer sepihak yang melibatkan negara lain tanpa persetujuan rakyat dapat berujung pada perpecahan di dalam negeri.
“Amerika adalah buruh Israel, elitnya tertawan,” tulis seorang netizen yang marah.
“Rakyatnya yang jadi tumbal, presidennya saja yang mau perang,” sindir yang lain.
Beberapa komentar bahkan menyuarakan kerinduan terhadap kepemimpinan masa lalu:
“Kenapa bukan Barack Obama saja lagi yang jadi presiden? Kenapa malah si aki-aki?” cuit akun lainnya sambil menyematkan emoji kecewa.
Amerika di Ambang Gejolak Sosial?
Kecaman demi kecaman terus bergulir, seiring meluasnya protes di berbagai negara bagian. Situasi ini menempatkan Trump dalam tekanan politik yang sangat besar, apalagi dengan tuntutan lengser dari jabatan yang makin nyaring terdengar.
Hingga kini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi protes tersebut.
Apakah ini akan menjadi awal dari keruntuhan politik Trump, atau justru menguatkan posisinya? Dunia kini mengamati langkah Amerika dengan penuh waspada.(Wartabanjar.com/net2netnews.reborn/berbagai sumber)
editor: nur muhammad