Menariknya, Prabowo juga menyoroti keberhasilan rekonsiliasi di Indonesia, khususnya dalam penyelesaian konflik Aceh. Ia menceritakan bahwa mantan komandan Tentara Pembebasan Aceh yang dulu menjadi musuh negara kini justru menjadi bagian dari partainya dan saat ini menjabat sebagai Gubernur Aceh. “Ini bukti bahwa mantan musuh bisa menjadi sahabat. Ini adalah semangat yang harus terus kita jaga,” kata Prabowo, menekankan pentingnya persatuan.
Pesan damai yang disampaikan Prabowo di Rusia menjadi sorotan penting dalam forum tersebut, menunjukkan bagaimana Indonesia mengedepankan diplomasi dan kolaborasi sebagai kekuatan utama. Lewat pengalamannya sebagai prajurit, Prabowo membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan pada senjata, tetapi pada kemampuan untuk membangun jembatan dan mencari solusi damai. (Aar)
Editor: Andi Akbar







