WARTABANJAR.COM, TEHERAN – Dunia maya dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memamerkan keberadaan jet tempur Angkatan Udara Iran di landasan tersembunyi dalam terowongan bawah tanah. Video tersebut memperlihatkan pesawat tempur yang siap diberangkatkan untuk melakukan serangan udara ke wilayah Israel, yang disebut-sebut sebagai langkah strategis dan penuh kejutan oleh pihak Iran. Terowongan Rahasia, Kesiapan Serang Israel? Dalam video yang beredar luas di media sosial Instagram, IRGC secara terbuka menunjukkan kekuatan udaranya, untuk pertama kalinya dalam format ini. Pesawat yang ditampilkan memang bukan generasi terbaru, namun diklaim siap beroperasi secara penuh. Tindakan ini dianggap sebagai sinyal peringatan keras kepada Israel dan sekutunya, di tengah eskalasi ketegangan regional yang terus meningkat. BACA JUGA:Lagi! Pesawat Haji Saudia Airlines Diancam Bom, Mendarat Darurat di Kualanamu, Begini Kondisi 376 Jemaah Reaksi Netizen: “Iran Cuma Tunjukin Umpan, Yang Asli Masih Disembunyikan!” Video tersebut memicu ribuan komentar dari warganet Indonesia dan luar negeri. Banyak yang kagum dengan keberanian dan strategi psikologis Iran: “Ini jebakan. Iran sengaja tunjukin pesawat lama, biar lawan ngeremehin. Tapi mereka pasti simpan kejutan besar di balik layar.” “Allahu Akbar… Allah bersama kalian, Iran!” “F-14 Tomcat itu pesawat jadul, tapi pilot Iran bisa bikin itu jadi senjata berbahaya.” “Kurir sedang mengirimkan paket Anda… 🤣🔥” “Kalau ini ada di Indonesia, terowongannya pasti kebanjiran begitu musim hujan.” Analis: Iran Kirim Pesan Simbolik Lewat Visual Militer Pakar militer menilai, langkah Iran mempublikasikan video tersebut adalah bagian dari strategi deterrence visual — yaitu mempengaruhi persepsi musuh melalui kekuatan simbolik. Meskipun pesawat yang ditampilkan tergolong tua (seperti F-14 Tomcat), keberadaannya di terowongan rahasia bawah tanah menandakan kesiapan tempur dan kemampuan bertahan hidup sistem militer Iran dari potensi serangan awal.(Wartabanjar.com/militarynewsinternational/berbagai sumber) editor: nur muhammad