VIDEO - Petugas Puskesmas Ngopi, Pasien Menunggu: Layanan Publik Kita Masih Ngantuk?
Ukuran Huruf:
https://youtube.com/shorts/FX97YDdH2rs
WARTABANJAR.COM- Sebuah video viral dari Puskesmas Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur kembali membuka luka lama dalam sistem pelayanan publik kita seperti kurangnya kedisiplinan, lemahnya tanggung jawab, dan buruknya manajemen waktu. Video yang menunjukkan loket pengambilan obat tanpa petugas selama dua jam dari pukul 22.00 hingga 24.00 WIB bukan sekadar cuplikan kejadian biasa. Ini adalah potret nyata bagaimana warga yang membutuhkan layanan kesehatan bisa menjadi korban kelalaian yang terkesan “sepele”.
Menurut penuturan perekam video, pasien dan keluarganya sudah menunggu selama dua jam, tanpa satupun petugas yang datang ke loket obat. Konon, sang petugas yang berjaga saat itu sempat ke mushola, lalu berlanjut ke warung untuk ngopi. Di tengah malam. Saat pasien masih datang untuk menebus obat. Lalu publik disuruh memaklumi, karena si petugas "mengantuk"?
Kepala Puskesmas Kwanyar, Rudi Hartono, tidak menampik insiden tersebut. Ia bahkan mengakui bahwa video laporan itu baru sampai ke dirinya pukul 03.25 dini hari. Reaksi cepat dengan melakukan koordinasi pukul 04.00 patut diapresiasi. Namun, pertanyaannya: kenapa sistem jaga malam bisa longgar seperti itu? Apa tidak ada SOP yang mengatur keharusan petugas berjaga tetap standby, atau paling tidak memberi tahu kolega jika harus meninggalkan pos?
Ini bukan soal kopi, ini soal tanggung jawab. Memang manusiawi jika petugas merasa lelah dan butuh istirahat. Tapi dalam sistem pelayanan publik, apalagi yang menyangkut kesehatan, kelalaian sekecil apapun bisa berakibat fatal. Bayangkan jika ada pasien darurat butuh obat malam itu? Siapa yang bertanggung jawab?
Rudi menyebut telah melakukan evaluasi dan berjanji melakukan pembenahan. Langkah itu penting, tapi jangan berhenti di rapat staf atau teguran formal. Harus ada sistem shift yang jelas, rotasi pengawasan, dan tentunya sanksi bagi petugas yang abai. Bukan untuk menghukum, tapi untuk menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat.
Kejadian ini seharusnya menjadi wake-up call, bukan hanya bagi Puskesmas Kwanyar tapi juga bagi fasilitas kesehatan lainnya di seluruh negeri. Karena jika pelayanan kesehatan masih bisa “tertidur” di malam hari, lalu siapa yang akan berjaga untuk rakyat yang butuh pertolongan?
Jadi, pertanyaannya sekarang: kita mau ngopi atau mau memperbaiki? (Vri/berbagai sumber)
#videoviral #puskesmas #kwanyar #bangkalan #wartabanjar