MENGGETARKAN HATI! Muazin di Sukoharjo Wafat Saat Azan, Netizen: Husnul Khatimah, Insya Allah Jannah Menanti
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, SUKOHARJO – Suasana Masjid Mujahidin, Desa Manang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mendadak berubah haru ketika seorang muazin bernama Setu Rusdiyanto alias Daim alias Mbah Setu (69) meninggal dunia saat mengumandangkan azan salat malam, Rabu (19/6/2025).
Almarhum yang dikenal setia dalam tugasnya sebagai muazin, meninggal dunia dalam kondisi berdiri di mimbar saat azan tengah berkumandang. Peristiwa langka ini sontak mengundang rasa haru dan kagum dari warganet yang meyakini bahwa Setu wafat dalam keadaan husnul khatimah.
Meninggal di Rumah Allah Saat Panggil Salat
Menurut kesaksian warga dan jamaah setempat, Setu jatuh lemas di pertengahan azan dan langsung tak sadarkan diri. Beberapa jamaah yang hendak salat segera memberikan pertolongan, namun takdir berkata lain—Setu wafat di masjid tempat ia mengabdi selama puluhan tahun.
BACA JUGA:TRAGIS! Balita 1 Tahun di Bima Kehilangan Tangan Usai Diinfus, Diduga Korban Malapraktik Puskesmas
Kronologi Kejadian
Sebelum meninggal dunia, Mbah Setu disebut warga sempat tiba-tiba terjatuh dan tolong warga. Detik-detik meninggalnya saat mengumandangkan azan bahkan sempat terekam kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Mujahidin Manang, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa (17/6/2025) sekira pukul 02.56 WIB.
Dalam video yang beredar, Mbah Setu mulanya terlihat sedang melantunkan azan. Namun tepat di di lafaz 'ash-shalaatu khairun minan naum' untuk kedua kalinya, suara Mbah Setu terhenti.
Tak lama setelahnya, terdengar suara benda jatuh yang diduga adalah suara tubuh Mbah Setu yang menabrak lantai. Ketua tamir sekaligus imam Masjid Mujahidin Manang Sukoharjo, Rusdi Sholeh (63), membenarkan kejadian tersebut.
Netizen Terharu: "Insya Allah Husnul Khatimah"
Video dan kabar wafatnya almarhum dengan cepat menyebar di media sosial. Ribuan ucapan doa dan belasungkawa membanjiri kolom komentar:
“Masya Allah... Meninggal saat azan, semoga Jannah menantinya.”
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga husnul khotimah pak.”
“Orang baik, wafat di tempat terbaik, saat mengajak manusia salat.”
“Sebesar-besarnya pengingat bagi kita: akhir hidup tergantung kebiasaan.”
Simbol Keikhlasan dan Pengabdian
Setu Rusdiyanto dikenal sebagai sosok sederhana yang setia mengumandangkan azan di Masjid Mujahidin setiap hari. Kematian dalam keadaan beribadah seperti ini diyakini oleh banyak kalangan sebagai tanda husnul khatimah, atau akhir hidup yang baik.(Wartabanjar.com/grid.id/detik/berbagai sumber)
editor: nur muhammad