“Insya Allah semua satuan pendidikan dasar Tanah Laut akan mendapatkan [dukungan] dari Kementerian Pendidikan, bahkan dari informasi yang disampaikan oleh Pak Menteri Pendidikan bukan hanya maksudnya tetapi mungkin fasilitas pendukung termasuk jaringan seluler sekaligus,” tutur Abdillah.
Dinas Pendidikan juga telah menetapkan target agar semua guru SD di Tanah Laut memiliki kemampuan digitalisasi. Oleh karena itu, langkah yang diambil adalah melakukan bimbingan teknis bagi guru-guru SD, bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk pelatihan coding. Hal ini bertujuan agar guru tidak terkejut dengan teknologi yang akan tersedia.
Perubahan Asesmen dan Tantangan Literasi-Numerasi
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian utama adalah perubahan sistem Asesmen Nasional menjadi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk semua jenjang, termasuk SD, mulai tahun ajaran 2025–2026.
“Jadi tidak ada lagi asesmen nasional berbasis komputer yang beberapa waktu telah dilaksanakan dengan sistem sampel. Tahun pelajaran 2025–2026, semua [satuan] pendidikan SD, SMP, dan juga SLTA itu akan dilakukan tes kemampuan akademik,” jelas Abdillah.
Khusus untuk jenjang SD, TKA akan fokus pada kemampuan literasi dan numerasi (Bahasa Indonesia dan Matematika).
Abdillah mengakui bahwa hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebelumnya menunjukkan kompetensi literasi dan numerasi jenjang SD di Tanah Laut masih kurang memuaskan. “Kompetensi numerasi dan literasi untuk jenjang SD Tanah Laut masih kurang menggembirakan, artinya perlu diperhatikan lagi,” tegasnya.







