Komitmen Bupati
Sebagai bentuk dukungan terhadap infrastruktur digitalisasi, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyerahkan secara simbolis enam unit laptop kepada enam kepala sekolah SD se-Kabupaten Tanah Laut.
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto menegaskan komitmen kuatnya untuk memajukan pendidikan di Tanah Laut. Ia menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanah Laut yang masih rendah dibandingkan daerah tetangga.
“Tanah Laut 10 tahun terakhir, 2014, indeks pembangunan manusia kita rendah ya. Apalagi dibandingkan Banjarbaru, dibandingkan Banjarmasin, dibandingkan juga dengan kabupaten baru yaitu Tanah Bumbu,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan bahwa salah satu faktor penyebab rendahnya IPM adalah masih banyaknya anak-anak yang putus sekolah di jenjang SD, SMP, hingga SMA atau perguruan tinggi.
“Artinya kita masih banyak anak-anak putus sekolah di SD-kan, SMP-kan, SMA atau perguruan tinggi karena kita [IPM] masih rendah. Artinya masih banyak putus sekolah di SD. Apa itu kita biarkan? Tidak!” tegasnya.
Bupati menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dari kepala daerah, kepala dinas, dan terutama kepala sekolah sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
Ia juga mengakui bahwa tantangan di setiap sekolah berbeda, terutama di daerah dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah, yang membutuhkan perjuangan lebih besar dari kepala sekolah.
Untuk mengatasi permasalahan putus sekolah, Bupati memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera merancang program beasiswa yang menyasar anak-anak pra-sekolah yang kurang mampu.
“Bukan anak yang sudah sekolah diseleksi atau yang tidak mampu, tidak. Tapi sebelum masuk sekolah, mungkin tahun ini tidak [terlaksana] karena anggaran masih tahun lalu, tahun depan jadi ada panitia menyeleksi orang-orang yang dianggap tidak mampu bekerja sama dengan dinas sosial, desa itulah yang dibantu oleh pemerintah daerah,” jelas H. Rahmat Trianto.
Dalam konteks digitalisasi, Bupati mengingatkan bahwa infrastruktur tanpa sumber daya manusia yang mumpuni akan menjadi sia-sia. “Akan menjadi museum apabila pemerintah muluk-muluk, muluk-muluk, tapi kita di sini hanya bisa melihat dan tidak bisa kita menggunakan,” katanya.
Ia berjanji untuk terus meningkatkan akses jaringan internet dan mengatasi blank spot di Tanah Laut. “Tahun ini, tahun depan saya terus meningkatkan masalah mengatasi blank-blank spot, meningkatkan masalah jaringan wi-fi dan lain-lain semacam itu,” pungkasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya adaptasi dan penanaman nilai kepribadian yang kuat pada anak-anak.
“Apa pun bentuk kurikulum pendidikan yang diberikan, ternyata pendidikan kepribadian kepada kita yang paling pertama. Penanaman sejati ini bagaimana kita ditanamkan oleh orang tua, ditanamkan oleh guru untuk menjadi orang yang tidak mudah menyerah dan harus bisa beradaptasi,” tutupnya, berharap sarasehan ini bukan hanya formalitas tetapi menjadi langkah nyata untuk peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad







