Transformasi Digital Pendidikan SD di Tanah Laut: Tantangan dan Harapan Menuju 2025

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Ratusan kepala sekolah jenjang SD di Kabupaten Tanah Laut berkumpul dalam Sarasehan Peningkatan Mutu Pendidikan yang diselenggarakan pada Selasa, (17/6/2025), di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari.

Acara ini menjadi wadah diskusi mengenai isu-isu krusial dalam dunia pendidikan, mulai dari transformasi digital hingga tantangan kualitas literasi dan numerasi siswa SD.

Peran Penting Kepala Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Abdillah, M.Pd., saat mengawali sambutan pada acara sarasehan, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin satuan pendidikan.

“Yang pertama dalam rangka untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan peningkatan kompetensi para kepala satuan pendidikan atau kepala sekolah yang saat ini mereka diberi tugas sebagai manajer dan juga sebagai leader di satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.

Abdillah juga menyoroti persiapan kepala sekolah dalam menghadapi kebijakan baru pemerintah, khususnya transformasi digitalisasi pendidikan yang akan berlaku penuh pada tahun ajaran 2025–2026. Ia menyatakan bahwa setiap kepala satuan pendidikan harus mampu memanfaatkan teknologi.

BACA JUGA:Bupati dan Ketua TP PKK HST Resmi Jadi Ayah dan Bunda GenRe 2025, Komitmen Tekan Stunting!

Terkait arah kebijakan pemerintah, Abdillah menjelaskan bahwa kepala sekolah diharapkan mengetahui dan mempersiapkan diri, terutama untuk program transformasi digitalisasi di satuan pendidikan. Ke depan, seluruh satuan pendidikan dasar di Tanah Laut ditargetkan mendapatkan dukungan infrastruktur digital dari Kementerian Pendidikan, termasuk fasilitas pendukung seperti jaringan seluler.

“Insya Allah semua satuan pendidikan dasar Tanah Laut akan mendapatkan [dukungan] dari Kementerian Pendidikan, bahkan dari informasi yang disampaikan oleh Pak Menteri Pendidikan bukan hanya maksudnya tetapi mungkin fasilitas pendukung termasuk jaringan seluler sekaligus,” tutur Abdillah.

Dinas Pendidikan juga telah menetapkan target agar semua guru SD di Tanah Laut memiliki kemampuan digitalisasi. Oleh karena itu, langkah yang diambil adalah melakukan bimbingan teknis bagi guru-guru SD, bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk pelatihan coding. Hal ini bertujuan agar guru tidak terkejut dengan teknologi yang akan tersedia.
Perubahan Asesmen dan Tantangan Literasi-Numerasi

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian utama adalah perubahan sistem Asesmen Nasional menjadi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk semua jenjang, termasuk SD, mulai tahun ajaran 2025–2026.

“Jadi tidak ada lagi asesmen nasional berbasis komputer yang beberapa waktu telah dilaksanakan dengan sistem sampel. Tahun pelajaran 2025–2026, semua [satuan] pendidikan SD, SMP, dan juga SLTA itu akan dilakukan tes kemampuan akademik,” jelas Abdillah.

Khusus untuk jenjang SD, TKA akan fokus pada kemampuan literasi dan numerasi (Bahasa Indonesia dan Matematika).

Abdillah mengakui bahwa hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebelumnya menunjukkan kompetensi literasi dan numerasi jenjang SD di Tanah Laut masih kurang memuaskan. “Kompetensi numerasi dan literasi untuk jenjang SD Tanah Laut masih kurang menggembirakan, artinya perlu diperhatikan lagi,” tegasnya.

Ia berharap TKA ini menjadi pendorong bagi kepala sekolah untuk mempersiapkan peserta didiknya semaksimal mungkin, mengingat hasil TKA akan mendapatkan sertifikat dan menjadi pertimbangan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu, kebijakan deep learning dan coding juga akan menjadi fokus dalam transformasi pembelajaran, serta pemberlakuan ijazah elektronik.