“Turnamen ini kami jadikan sebagai ajang pematangan taktik, adaptasi pemain baru, dan penyesuaian ritme jelang kompetisi resmi. Port FC mewakili atmosfer sepakbola Asia yang akan kami hadapi di AFC, sementara Dewa United, sebagai runner-up Liga 1 musim lalu, adalah ujian ideal untuk melihat kesiapan kami di kompetisi domestik,” ujar Adhitia.
Lebih lanjut, Adhitia menegaskan bahwa meski tidak menjadikan gelar juara sebagai prioritas utama, Persib akan tetap tampil kompetitif dan membawa semangat untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan.
Namun yang terutama adalah memastikan kondisi seluruh pemain fit dan jauh dr cedera selama turnamen berlangsung.
“Karakter Persib sudah terbentuk dengan baik dalam beberapa musim terakhir. Kami akan tetap bermain dengan determinasi tinggi dan menjadikan setiap laga sebagai bagian dari proses pembentukan tim yang solid, konsisten, dan siap bersaing di semua kompetisi,” tambahnya.
Persib memandang Piala Presiden 2025 sebagai bagian integral dari roadmap musim ini, di mana seluruh elemen tim, pemain, pelatih, dan manajemen, bersatu dalam satu tujuan: memulai musim baru dengan fondasi yang kuat dan kepercayaan diri tinggi.(atoe)
Editor Restu







