WARTABANJAR.COM – Saat Iran melancarkan serangan balasan ke Israel, para elite politik dan militer Israel memilih berlindung di bunker, sementara rakyat biasa hanya bisa mengungsi ke terowongan bawah tanah. Ironisnya, tak ada tempat aman lagi. Kolonel Reza Sayyad, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan warga Israel agar segera meninggalkan wilayah pendudukan. “Penghuni harus angkat kaki karena wilayah itu bakal tidak layak huni ke depannya,” tegasnya. Ia menekankan bahwa serangan Iran menyasar pusat militer, keamanan, pengambilan keputusan, bahkan kediaman komandan dan ilmuwan militer. “Bunker bawah tanah tidak akan menjamin keselamatan,” tambahnya . Data terbaru melaporkan setidaknya 24 warga Israel tewas akibat lanjutan serangan rudal Iran dan lebih dari 500 orang luka-luka sejak awal eskalasi pada hari Jumat lalu. Sementara di Iran, korban tewas melampaui 224 orang, sebagian besar warga sipil. BACA JUGA:HEBOH! Dua Pria di Tanah Bumbu Ditangkap Gegara Video Mesum Sesama Jenis Viral di Medsos Iran melancarkan ratusan rudal balistik dan drone, menyerang wilayah Tel Aviv, Haifa, Yerusalem, dan sekitar, menambah ketegangan yang terus meningkat. Latar Konflik: Israel memulai operasi “Rising Lion” pada 13 Juni lalu, menarget fasilitas nuklir dan militer Iran; rudal balasan Iran pun menyasar infrastruktur vital Israel, termasuk pusat militer dan pemerintah. Iran juga mempertimbangkan menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sementara Israel menegaskan akan terus menghilangkan ancaman nuklir di Iran. Situasi di Lapangan: Senjata Iran sebagian besar berhasil dicegat, namun beberapa masih mengenai target, merusak kantor kedutaan AS di Tel Aviv . Warga sipil Israel terjebak dalam sirine serangan, berlindung di bunker dan terowongan bawah tanah . Uni Eropa dan G7 telah menyerukan diplomasi sebagai jalan keluar, sementara AS menyatakan tidak terlibat langsung. Apa artinya untuk rakyat biasa? Ancaman “wilayah tidak layak huni” berarti Iran menargetkan wilayah pemukiman di Israel, bukan hanya instalasi militer . Dampaknya telah mencakup korban di kalangan sipil, kerusakan infrastruktur, dan rasa ketidakpastian yang tinggi. Konflik Iran–Israel kini telah memasuki tahap eskalasi serius dengan korban dari kedua belah pihak, khususnya warga sipil. Ancaman terhadap lokasi sipil dan diplomasi yang belum membuahkan kesepakatan menimbulkan kekhawatiran akan perluasan perang kawasan.(Wartabanjar.com/oposan.62/time.com/theguardian/reuters/berbagai sumber) editor: nur muhammad