WARGA MERUGI! Ikan Tambak Jala Mati Massal di Karang Intan, padahal Air Irigasi Lagi Naik!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Warga Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dikejutkan oleh fenomena tak biasa: ikan-ikan di tambak jala apung mati mendadak, Kamis (13/6/2025).
Video kejadian itu pertama kali diunggah akun Instagram @banjarbaru24jam dan langsung menyita perhatian warganet. Dalam rekaman tersebut, air sungai terlihat surut drastis, sementara air di saluran Irigasi Riam Kanan justru naik dan sangat dalam.
Fenomena kontras ini memicu dugaan adanya ketidakseimbangan distribusi air yang berdampak pada sektor perikanan warga. Para petambak pun mengalami kerugian besar akibat kematian massal ikan-ikan yang mereka budidayakan.
Netizen: “Olah iwak karing kawakah…”
Unggahan video tersebut memantik komentar penuh empati dari warganet. Banyak yang bersimpati, sekaligus menyayangkan distribusi air yang tidak merata.
BACA JUGA:Tangis Kakek Pecah di Samping Jenazah Cucu: Lusi Diduga Tewas Dibunuh Suami Setelah Cekcok Rumah Tangga
“Kasihan tambak orang sampai mati begitu ikannya,” tulis seorang netizen.
“Olah iwak karing kawakah,” komentar lainnya dengan nada getir, menyarankan agar ikan yang mati bisa dijadikan ikan kering agar tidak seluruhnya terbuang sia-sia.
Ada pula yang mengaitkan peristiwa ini dengan musim kemarau panjang:
“Kemarau ini pangkali, kada ada hujan lebat lagi. Surut sungai,” ujar warga lokal.
Beberapa warganet juga menyarankan agar pengelolaan air irigasi dievaluasi, agar tidak hanya fokus pada irigasi pertanian namun juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di sekitar aliran sungai.
“Seharusnya jangan terlalu banyak air ke irigasi. Kasihan yang di Sungai Martapura. Sudah surut malah ditambah berat,” tulis netizen lainnya.
Pemkab Diharapkan Segera Tanggap
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat atau pengelola irigasi terkait penyebab surutnya sungai dan dampaknya terhadap tambak warga.
Warga berharap ada perhatian dari instansi terkait agar kerugian ini tidak terus berulang, serta ada upaya pemulihan dan bantuan untuk para petambak yang terdampak langsung.(Wartabanjar.com/banjarbaru24jam/berbagai sumber)
editor: nur muhammad