WARTABANJAR.COM, KUALA KAPUAS – Duka mendalam menyelimuti keluarga Setyo Mohammad Wahyu (22), pemuda asal Jalan Pati Rumbih, Kelurahan Selat Tengah, Kuala Kapuas. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan maut saat menabrak sebuah truk mogok di ruas Jalan Trans Kalimantan, wilayah Kecamatan Basarang, Kalimantan Tengah, pada Rabu dini hari (11/6/2025) sekitar pukul 04.35 WIB. Korban yang sehari-hari dikenal sebagai penjual nasi goreng di kawasan Jalan Seroja itu melaju dari arah Palangka Raya menuju Kuala Kapuas menggunakan sepeda motor. Namun nahas, setibanya di KM 4 sebelum tikungan tajam, ia menghantam bagian belakang truk yang berhenti di badan jalan tanpa tanda peringatan yang memadai. "Diduga truk baru saja mogok, belum pasang segitiga pengaman, lampu hazard juga tidak jelas terlihat. Lokasinya gelap, jadi korban mungkin tak sempat menghindar," ujar relawan setempat, Asmi. BACA JUGA:TRAGIS! Ibu Hamil Asal Tatah Pemangkih Tewas Usai Terjatuh di Jalan Tol Gubernur Subarjo Jalan Gelap, Tanda Bahaya Nihil! Minimnya penerangan serta posisi truk yang hampir menutupi separuh badan jalan membuat insiden sulit dihindari. Menurut warga, kecelakaan serupa sudah sering terjadi di kawasan ini, namun tidak ada perbaikan signifikan dari pihak berwenang. Nyawa Melayang, Bukan Sekadar Data Internet! Video yang beredar memperlihatkan motor korban dalam kondisi hancur berantakan, dan tubuh korban terkapar tak sadarkan diri di jalan. "Saat dievakuasi, korban masih bernyawa dan langsung dilarikan ke RSUD Kapuas. Tapi akhirnya mengembuskan napas terakhir pukul 13.38 WIB," tambah Asmi. Duka Netizen Membanjiri Media Sosial Komentar penuh duka dan amarah pun membanjiri unggahan media sosial: "Innalillahi gasan Wahyu. Semoga keluarga diberi ketabahan..." "Sudah berkali-kali terjadi kecelakaan di Basarang. Ini masalah nyawa, bukan paket data yang bisa diisi ulang!" "Lampu jalan gelap, kendaraan parkir sembarangan. Sampai kapan pemerintah tutup mata?" "Itu kawan SMP-ku. Sedih sekali, orang baik yang cuma cari rezeki halal malah jadi korban..." Basarang Disebut Darurat Kecelakaan! Warga menuntut agar kepolisian dan pemerintah segera bertindak tegas terhadap kendaraan besar yang mogok atau parkir tanpa tanda bahaya. “Kejadian seperti ini sudah terlalu sering. Jika tak segera ditindak, korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,” keluh seorang warga.(Wartabanjar.com/info_kapuas/berbagai sumber) editor: nur muhammad