200 Siswa Madrasah Tanah Laut Gelar Khataman Al-Qur’an Massal, Bukti Komitmen Cetak Generasi Qur’ani
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Sebanyak 200 siswa kelas enam dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 dan MIN 3 Tanah Laut (Tala) sukses menyelenggarakan khataman Al-Qur’an massal yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Syuhada, Pelaihari, Kamis (12/6/2025).
Kegiatan syiar Islam ini merupakan inisiatif Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Laut, HM Khairuddin, sebagai wujud komitmen mencetak generasi Qur’ani di Bumi Tuntung Pandang. Dari total peserta, 120 siswa berasal dari MIN 2 Tala di Matah, dan 80 lainnya dari MIN 3 Tala di Pabahanan.
Sebelum acara inti dimulai, para siswa mengikuti pawai menuju Masjid Agung Syuhada. Nuansa religius terasa kental, menyatukan pelajar, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat dalam suasana syukur dan haru.
Panitia mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, serta pihak Dewan Pengurus Masjid Agung yang turut memfasilitasi acara.
“Khataman ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal untuk menumbuhkan semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang hayat,” ujar perwakilan panitia.
BACA JUGA:Gerak Cepat! Wabup HST Serukan Aksi Lintas Sektor Turunkan Stunting Demi Masa Depan Anak Bangsa
Al-Qur’an sebagai Kompas Kehidupan
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Tala, HM Khairuddin, menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun hidup. Ia mengingatkan bahwa rumah yang dihiasi bacaan Al-Qur’an akan dipenuhi berkah dan ketenangan.
“Hari ini saya melihat calon-calon ustaz, haji, dan pemimpin masa depan. Semua itu bisa terwujud jika mereka terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an,” ucapnya dengan penuh haru.
Ia juga membagikan kisah pribadinya saat kuliah, di mana kebiasaan membaca Al-Qur’an menjadi sumber keberkahan yang menyertai perjalanan hidupnya.
Komitmen Pemerintah Dukung Pendidikan Keagamaan
Sementara itu, Wakil Bupati Tala, HM Zazuli, memberikan apresiasi tinggi kepada para guru dan orang tua atas peran besarnya dalam membentuk karakter anak sejak dini melalui pendidikan Al-Qur’an.
“Kegiatan ini bukan hanya soal menuntaskan 30 juz, tapi proses pembentukan akhlak dan karakter yang kuat. Kami berkomitmen mendukung penuh program pendidikan keagamaan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa khataman bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini turut dihadiri para pejabat daerah, kepala madrasah, pengawas dan guru, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Kekhidmatan dan semangat spiritual yang menyatu menjadikan kegiatan ini bukan hanya simbol keberhasilan pendidikan madrasah, tetapi juga cermin komitmen bersama dalam membina generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad