WARTABANJAR.COM – Tragedi memilukan mengguncang. Seorang ibu muda bernama Sri Wahyuni (30) yang baru melahirkan 10 hari lalu ditemukan tewas secara tragis di tangan suaminya sendiri, Syamsudin (29), Sabtu (7/6/2025). Peristiwa keji ini terjadi hanya beberapa jam setelah keluarga kecil itu menggelar acara tasyakuran pemberian nama untuk bayi mereka yang baru lahir. Namun suasana syukur berubah menjadi duka mendalam ketika Sri dibunuh dengan cara sadis. Ditebas Parang, Pergelangan Hampir Putus Menurut laporan polisi, Syamsudin menyerang istrinya menggunakan parang sepanjang 60 sentimeter, menebas bagian kepala dan mengiris pergelangan tangannya hingga hampir putus. Tubuh korban ditemukan bersimbah darah di kamar tidur, oleh anak sulung mereka yang tanpa sadar masuk ke dalam kamar dan menemukan sang ibu dalam kondisi mengenaskan. BACA JUGA:Pesan Bupati Tanah Bumbu di MUSKAB PMI Tanah Bumbu 2025: Susun Program Kerja Inovatif Sang anak lari memberitahukan neneknya. Saat sang ibu dari Sri masuk dan melihat kondisi anaknya, ia langsung histeris dan berteriak meminta pertolongan warga. Namun semuanya sudah terlambat. Sri sudah tidak bernyawa. Motif: Malu karena Utang Istri Diviralkan Syamsudin akhirnya ditangkap di rumah orang tuanya dan mengakui perbuatannya. Ia menyebut rasa malu dan tekanan mental akibat tumpukan utang sang istri sebagai pemicu pembunuhan itu. Menurut pengakuannya, foto dan identitas istrinya diviralkan di media sosial oleh pihak yang menagih utang, membuatnya merasa terhina dan tidak tahan dengan tekanan sosial. Dibunuh Setelah Tasyakuran Bayi Ironisnya, tragedi ini terjadi tak lama setelah acara tasyakuran pemberian nama anak mereka. Bayi yang baru lahir itu kini harus kehilangan ibunya di masa nifas — masa paling rawan bagi perempuan usai melahirkan. Warganet Geram dan Berduka: “Bukan Dibunuh, Tapi Dibantu Bayar!” Insiden ini memicu ledakan emosi di media sosial. Ribuan komentar berdatangan, sebagian besar menyayangkan tindakan pelaku dan menyoroti betapa sering istri harus berutang demi kebutuhan keluarga. Berikut beberapa komentar netizen: “Banyak utang seorang istri itu karena penghasilan suami tidak cukup! Harusnya dibantu, bukan dibunuh.” “Astaghfirullah... bayinya baru lahir. Mana rasa kemanusiaannya?” “Kalau gak sanggup, pisah aja... bukan membunuh! Dia ibu dari anakmu!” “Semoga Allah menerima amal baikmu, wahai ibu yang gugur saat menyusui. Semoga husnul khatimah...” Bayi Kehilangan Ibu di Masa Nifas, Warga Minta Keringanan Utang Kini, masyarakat mendesak agar para pemberi utang mengikhlaskan piutang korban, mengingat korban meninggal dalam kondisi menyusui dan belum pulih dari persalinan. Pelaku Terancam Hukuman Berat Pihak kepolisian memastikan bahwa kasus ini akan diproses secara hukum pidana pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.(Wartabanjar.com/pstore.sukabumi/berbagai sumber) editor: nur muhammad