WARTABANJAR.COM, KATINGAN – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan nasional yang rusak parah di Km 18 Jalan Tjilik Riwut, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kalimantan Tengah. Insiden memilukan ini terjadi pada Senin pagi (9/6/2025) sekitar pukul 07.30 WIB dan menewaskan seorang ibu beserta bayinya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu keluarga yang mengendarai sepeda motor—ayah, ibu, dan bayi mereka—ditabrak dari belakang oleh sebuah truk kontainer saat melintasi jalan berlubang di lokasi tersebut. Sang ibu dan anak meninggal dunia di tempat kejadian, sementara sang ayah mengalami luka-luka. Jalan berlubang yang sudah lama dikeluhkan warga disebut sebagai penyebab utama tragedi ini. Meski berstatus sebagai jalan nasional dan menjadi jalur vital lintas provinsi, kondisinya masih memprihatinkan dan belum juga diperbaiki secara menyeluruh. BACA JUGA:DETIK-DETIK! Kakek Ciumi Jenazah Istri yang Wafat di Tanah Suci: “Haji Mabrur, Masuk Surga Tanpa Hisab” Warga dan netizen sudah lama menyuarakan keluhan terkait jalan ini, salah satunya lewat akun media sosial @katingan.update yang juga mengunggah kabar duka ini. “Sudah bertahun-tahun rusak, warga minta sumbangan untuk perbaiki, tapi tetap tidak diperbaiki! Sekarang malah makan korban jiwa!” tulis salah satu warganet geram. Tim Al Huda Team (AHT) mengevakuasi korban ke RSUD Mas Amsyar Kasongan, sementara kasus kecelakaan ini kini ditangani oleh Satlantas Polres Katingan. Desakan terhadap Pemerintah Kian Keras Beberapa netizen menyebut bahwa pemerintah pusat telah mengetahui kerusakan ini sejak lama. Bahkan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran sudah meminta agar jalan ini segera diperbaiki sejak Maret 2025. Menurut informasi yang beredar, pihak Balai Jalan PUPR menyatakan kerusakan parah terjadi akibat banjir berkepanjangan, yang mengikis aspal dan menciptakan lubang-lubang besar. Sebagai tindak lanjut, disebutkan bahwa akan dibangun jembatan (box culvert) agar kondisi jalan bisa bertahan lebih lama. Namun bagi masyarakat, janji itu tak cukup. Nyawa telah hilang karena kelalaian penanganan. Berikut beberapa komentar netizen yang menggambarkan amarah dan kesedihan: “Menunggu ada korban dulu baru diperbaiki? Miris!” “Pemerintah bisa dituntut! Ini pelanggaran terhadap UU LLAJ!” “Jalan rusak diperbaiki ❌ Jalan viral baru diperbaiki ✅” “Ya Allah, sakit sekali rasanya melihat ibu dan anak meninggal seperti ini.” Kini, masyarakat menuntut tindakan nyata dan cepat, bukan sekadar janji. Jalan nasional seharusnya menjadi sarana keselamatan, bukan pemicu kematian. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah ibu dan anak mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.”(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad