WARTABANJAR.COM – Suasana haru menyelimuti Tanah Suci Mekkah ketika seorang jemaah haji lanjut usia bernama Suyatno tak kuasa menahan tangis saat menciumi jenazah istrinya yang telah berpulang. Momen pilu itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @sahabatsurga. Dalam rekaman tersebut, tampak Pak Suyatno berkali-kali menciumi wajah sang istri tercinta yang telah terbujur kaku, tepat sebelum jenazah dibawa petugas untuk dimakamkan di Mekkah. Video ini sontak viral dan memicu gelombang empati dari netizen. Ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar mendoakan almarhumah dan memberi kekuatan kepada sang suami. BACA JUGA:ANEH! Nama Pekurban Tiba-Tiba Muncul di Paru-Paru Sapi, Warga Pondok Aren Syok: “Tanda Kebesaran Allah?” "Beliau sedang kehilangan cintanya🥲 Semoga istri Bapak dihadiahi surga oleh Allah 🤲" "Aamiin Allahumma Aamiin… haji mabrur, masuk surga tanpa hisab, berkumpul bersama Rasulullah SAW ❤️" "Indah sekali, Bapak menemani hingga usia senja. Istri meninggal di Tanah Suci saat haji 😭" "Berangkat berdua, pulang sendirian ya, Kek 😢 Tapi nenek meninggal di tempat terindah. Impian umat Islam." Tak sedikit pula yang menilai momen tersebut sebagai salah satu bentuk cinta sejati hingga akhir hayat. Sang istri meninggal dalam keadaan mulia, saat menjalankan rukun Islam kelima di tempat paling suci bagi umat Muslim. "Ya Allah, Pak… insya Allah husnul khotimah ya, Bu ❤️" "Beruntungnya dicintai sampai akhir hayat 😇" Di antara kesedihan, terselip rasa syukur karena almarhumah bisa dimakamkan di Tanah Suci—impian yang sangat didambakan banyak umat Muslim di seluruh dunia. "Kaya ibu temen aku, cita-citanya meninggal di Mekkah, dan alhamdulillah terwujud. Al-Fatihah untuk orang baik." Kini, Pak Suyatno pulang sendiri ke tanah air, meninggalkan istrinya yang telah lebih dulu kembali ke hadirat Ilahi di tempat yang dimuliakan-Nya. Semoga beliau diberi kekuatan, dan sang istri mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. "Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu'anhaa 🤲🥹"(Wartabanjar.com/sahabatsurga/berbagai sumber) editor: nur muhammad