GEGER! Sapi Kurban Mengamuk di Bandung, 5 Terluka & 1 Anak Patah Tangan, Netizen: Jangan Pakai Baju Mencolok
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANDUNG – Insiden mengejutkan terjadi di Gang Pabrik Kulit Selatan, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, pada Jumat (6/6/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Seekor sapi kurban mengamuk saat diturunkan dari truk oleh panitia Masjid Al Hidayah, menyebabkan lima warga terluka, termasuk empat anak-anak.
Menurut panitia kurban, Febri Gunawan, sapi ketiga yang hendak diturunkan tiba-tiba menjadi agresif setelah melihat kerumunan warga, terutama anak-anak yang berkumpul di sekitar area penurunan. Meskipun panitia telah berusaha mengamankan area dan menenangkan sapi, hewan tersebut melompat dan menyeruduk warga yang berada di dekatnya.
"Kita sudah clear area, ada anak-anak di sana. Sudah disuruh untuk bubar. Si sapi sudah diusap-usap, sudah tenang, terus yang bawanya sudah siap. Pas lagi dibawa, sapi loncat maju. Pas mau ditalikan ke tiang, lihat anak-anak banyak langsung nyeruduk," ujar Febri.
Akibat kejadian tersebut, empat anak mengalami luka-luka, termasuk patah tulang dan luka di kepala. Seorang pria dewasa juga mengalami luka di kepala akibat diseruduk sapi. Semua korban telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat.
BACA JUGA:SERANGAN BALASAN! Sukhoi Rusia Hantamkan Rudal ke Gedung Pemerintah di Ukraina, Netizen Tepuk Tangan
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hidayah, Armin Abdul Jabbar, menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas insiden tersebut dan memastikan pihak masjid akan bertanggung jawab sepenuhnya.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami sudah berupaya sekuat tenaga untuk mengamankan warga agar tidak mendekat ke area penurunan. Dan, kami selaku pengurus akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi karena ini bukan kemauan kita semua," pungkasnya.
Sapi yang mengamuk akhirnya berhasil diamankan setelah masuk ke pekarangan rumah warga. Panitia masih menyusun cara untuk mengevakuasi sapi tersebut dari lokasi.
Netizen Soroti Keamanan dan Edukasi Usai Insiden
Insiden sapi kurban yang mengamuk dan melukai lima orang di Bandung memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti pentingnya pengawasan ketat saat penyembelihan hewan kurban, terutama terhadap anak-anak yang ikut menonton dari dekat.
Berikut beberapa komentar warganet yang ramai dibicarakan:
"Lagian ngapain ajak anak-anak nonton pemotongan hewan kayak gini? Kasihan kalau sampai trauma."
"Anak-anak harusnya cuma boleh lihat kalau benar-benar dalam pengawasan orang tua."
"Sapi juga makhluk hidup, kalau dikerumuni dan dibisingkan, ya stres. Tambah lagi anak-anak teriak-teriak."
"Kalau kata saya sih ini tanggung jawab panitia, mestinya area steril benar-benar dijaga."
"Ini salah satu alasan saya gak pernah mau nonton langsung penyembelihan. Ngeri kalau ada kejadian di luar dugaan."
"Kalau pun nonton, jangan pakai baju mencolok, sapi bisa terprovokasi warna-warna terang kayak merah atau oranye."
"Dulu sebelum ada FB dan IG, kejadian kayak gini jarang kedengeran. Sekarang semua mau konten, sampai keamanan dilupakan."
"Semoga adik-adik yang jadi korban cepat sembuh, dan jadi pelajaran buat kita semua agar lebih bijak saat kurban."
Tak sedikit pula yang mendoakan para korban agar segera pulih, dan berharap kejadian serupa tak terulang lagi pada momen Iduladha berikutnya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak—baik panitia kurban, orang tua, maupun warga sekitar—untuk memperhatikan protokol keselamatan demi mencegah risiko saat pelaksanaan penyembelihan hewan. Edukasi dan kesiapan teknis dinilai harus menjadi prioritas agar semangat ibadah tak berubah menjadi duka.(Wartabanjar.com/detikcom/inews.id/republika.co.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad