WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Sebanyak 70 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 resmi mengikuti pembukaan orientasi di lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta, Senin (2/6/2025). Acara ini menjadi titik awal perjalanan mereka sebagai aparatur sipil negara yang akan berkontribusi dalam isu strategis nasional: pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian PPPA, Titi Eko Rahayu, menyampaikan selamat datang sekaligus menekankan pentingnya orientasi sebagai fase transisi dari warga negara biasa menjadi abdi negara. Titi Eko menyebut Kemen PPPA sebagai “rumah besar perjuangan” yang menjadi wadah para ASN untuk menjadi agen perubahan. Ia menekankan bahwa para CPNS adalah generasi baru ASN yang diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan penuh semangat pengabdian. Melalui orientasi, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai dasar ASN, struktur organisasi, budaya kerja, serta program-program prioritas yang menjadi misi utama Kemen PPPA. Dalam kesempatan itu, Titi juga menegaskan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini, menurutnya, bukan hanya jargon birokrasi, tetapi harus dijadikan pedoman hidup profesional para ASN. “Jadikan nilai BerAKHLAK sebagai kompas moral dalam setiap tindakan. Jangan hanya diucapkan, tapi terapkan dalam pekerjaan sehari-hari, khususnya saat melayani perempuan dan anak,” ujar Titi Eko. Sebagai kementerian yang menangani isu krusial terkait kesetaraan gender dan perlindungan anak, Kemen PPPA memiliki tanggung jawab besar menciptakan ruang aman dan inklusif. Titi mengajak ASN muda, khususnya dari generasi Z, untuk menggunakan idealisme dan semangat mereka dalam membentuk lingkungan kerja yang terbuka terhadap perbedaan dan bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun pelecehan. “Jadikan tempat kerja kita sebagai ruang yang adil dan mendorong kolaborasi lintas latar belakang,” tegasnya. Lebih lanjut, Titi berharap Kemen PPPA bisa menjadi rumah kedua bagi para CPNS. Ia menekankan bahwa pekerjaan di kementerian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari kontribusi besar untuk membangun bangsa. “Di sinilah kalian akan terlibat langsung menyusun kebijakan dan mendampingi masyarakat demi perempuan yang lebih berdaya dan anak-anak yang terlindungi,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Biro SDM dan Organisasi Kemen PPPA, Dian Rahmawati, mengungkapkan bahwa dari 74 formasi CPNS yang dibuka, 70 formasi berhasil terisi. Sisanya belum terisi, termasuk pada posisi analis anggaran dan formasi disabilitas. Proses seleksi CPNS 2024 di kementerian ini tergolong kompetitif dengan total pendaftar mencapai 3.725 orang. Fakta ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk menjadi bagian dari lembaga yang fokus pada isu gender dan perlindungan anak. Orientasi CPNS Kemen PPPA dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2 hingga 16 Juni 2025. Dalam rentang waktu ini, peserta akan dibekali materi terkait organisasi, budaya kerja, nilai-nilai ASN, serta pemahaman isu strategis nasional. Diharapkan, program ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan birokrasi, tetapi juga mampu menanamkan semangat kerja kolaboratif dan progresif, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.   Editor: Andi Akbar