WARTABANJAR.COM, PARIS – Pada tanggal 2 Juni 2025, Geopark Meratus di Kalimantan Selatan resmi menerima sertifikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam sebuah seremoni di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menerima langsung sertifikat tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay. Penyerahan ini dilakukan bersama dengan perwakilan dari 15 negara lain yang juga menerima pengakuan serupa tahun ini .
Keunikan Geopark Meratus
Geopark Meratus menawarkan catatan geologi yang menarik tentang evolusi tektonik kompleks yang dimulai pada periode Jura, sekitar 201 hingga 145 juta tahun yang lalu. Kawasan ini merupakan rumah bagi seri ofiolit tertua di Indonesia dan memiliki kehadiran berlian yang signifikan. Sejarah geologi yang dinamis ini telah membentuk lanskap dan mendorong keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk berbagai jenis anggrek seperti anggrek bulan dan anggrek tebu. Bekantan, monyet berhidung panjang yang pernah terancam punah, kini menjadi maskot Provinsi Kalimantan Selatan. Geopark ini telah memainkan peran sentral dalam memulihkan ekosistem mangrove, yang penting bagi kelangsungan hidup spesies Bekantan, yang telah menyebabkan pemulihan populasi mereka secara bertahap .
Langkah Strategis ke Depan
Gubernur H. Muhidin menekankan bahwa pengakuan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk memajukan Geopark Meratus. Beliau menyatakan bahwa akan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar memenuhi syarat tersebut. Menurutnya, hari-hari selanjutnya menjadi langkah baru bagi Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) .
Dalam upaya mempromosikan Geopark Meratus ke dunia internasional, Gubernur H. Muhidin berdiskusi dengan Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, mengenai pentingnya memperkenalkan kawasan ini ke mancanegara. Beliau menyatakan bahwa Geopark Meratus harus menjadi tuan rumah untuk acara-acara mendatang yang berkaitan dengan geopark .
Penambahan Geopark Indonesia dalam Daftar UNESCO
Dengan penetapan Geopark Meratus dan Geopark Kebumen sebagai UNESCO Global Geoparks, Indonesia kini memiliki total 12 geopark yang diakui secara internasional. Sebelumnya, Indonesia telah memiliki Geopark Batur, Belitong, Ciletuh, Gunung Sewu, Ijen, Maros Pangkep, Merangin Jambi, Raja Ampat, Rinjani Lombok, dan Kaldera Toba yang telah diakui dunia .
Pengakuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan geologi dan budaya yang luar biasa, serta komitmen dalam pelestarian dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dengan status baru ini, diharapkan Geopark Meratus dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menjadi pusat edukasi dan penelitian geologi serta konservasi lingkungan.
Kelebihan dan Fakta-fakta Tentang Geopark Meratus
Geopark Meratus di Kalimantan Selatan kini resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp), menjadikannya sebagai taman bumi pertama di Pulau Kalimantan yang diakui dunia.
Keistimewaan Geopark Meratus:







