WARTABANJAR.COM – Dunia internasional kembali dikejutkan oleh aksi berani Ukraina yang melancarkan serangan drone FPV ke sejumlah pangkalan udara strategis milik Rusia. Serangan ini menargetkan fasilitas militer yang diduga menyimpan aset nuklir di Belaya (Siberia), Olenya (Murmansk), Diaghilyovo (Razan), dan Olenegorsk (Irkutsk). Dilaporkan, sebanyak 40 unit pesawat militer strategis Rusia mengalami kerusakan parah hingga hancur. Di antaranya adalah pembom Tu-95MS, Tu-22M3, pesawat angkut An-12, serta pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara A-50. BACA JUGA:Terekam CCTV! Maling Sepeda Listrik di Banjarmasin Beraksi Santai Buka Pagar dan Gondol Motor Video yang diunggah akun Instagram @militarynewsinternational memperlihatkan momen dramatis ketika drone-drone tempur Ukraina lepas landas dari sejumlah truk kontainer yang diduga diselundupkan secara diam-diam dan ditempatkan di sekitar fasilitas militer Rusia. Yang mengejutkan, salah satu pangkalan yang diserang terletak di Irkutsk, wilayah Rusia yang berbatasan dengan Mongolia—berjarak lebih dari 6.100 kilometer dari Ukraina. Serangan tersebut disebut telah menyebabkan kerugian materi mencapai lebih dari US$2 miliar atau setara Rp32 triliun. Aksi ini langsung memicu reaksi publik dan netizen. Berikut beberapa komentar warganet yang viral: “Makin seru nih....😁” “Ukraina sukses besar, jir!” “Misalnya pesawat itu dilengkapi nuklir, bisa-bisa meledak semua!” “Putin pasti balas besar-besaran, perundingan damai tinggal mimpi!” “Ternyata penerus Uni Soviet itu Ukraina ❤️❤️❤️” “Rusia badannya gede tapi gak gesit, banyak rugi!” Tak sedikit pula yang berspekulasi bahwa serangan ini dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina yang menyusup ke dalam wilayah Rusia, dengan bantuan intelijen dari Amerika Serikat. Hal ini memunculkan pertanyaan serius: Apakah Rusia akan menganggap serangan ini sebagai alasan sah untuk menggunakan senjata nuklir? Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik Ukraina-Rusia semakin memanas dan menjurus ke eskalasi tak terduga. Dunia pun menanti langkah selanjutnya dari Moskow. Apakah ini akan menjadi titik balik paling berbahaya dalam sejarah perang modern?(Wartabanjar.com/militarynewsinternational/berbagai sumber) editor: nur muhammad