WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin semakin serius dalam menangani persoalan sampah. Sejumlah terobosan mulai dari bantuan alat berat, pembentukan sistem terpadu, hingga pelibatan masyarakat terus diperkuat demi menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan. Inisiatif ini digagas langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin, sebagai wujud komitmen nyata pemerintah terhadap isu lingkungan. “Ini baru langkah awal, tapi menunjukkan bahwa kita tidak tinggal diam. Penanganan sampah di Banjarmasin alhamdulillah semakin membaik,” ujar Yamin, Sabtu (31/5/2025). Masyarakat Mulai Aktif Kurangi dan Pilah Sampah Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mulai aktif memilah dan mengurangi sampah dari rumah tangga. Menurutnya, peran warga sangat penting dalam menciptakan lingkungan bersih. BACA JUGA:Resmi! Erna Lisa–Wartono Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2025–2030 Sebagai bentuk dukungan, Bank Kalsel menyerahkan alat pencacah sampah kepada Banjarmasin Recycle Center untuk memproduksi Refuse-Derived Fuel (RDF) dari sampah plastik. Sementara itu, DPD Rai Kalimantan Selatan menyerahkan empat unit bak ambrol, yang akan ditempatkan di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk mempermudah proses pengangkutan. “Dengan bak ambrol, sampah tidak berserakan lagi. Tinggal diangkut, lebih efisien,” jelas Yamin. Sektor Swasta Diajak Turut Berkontribusi Yamin juga mengajak dunia usaha agar terlibat aktif dalam pengelolaan sampah, seperti yang telah dilakukan Bank Kalsel. “Ini menunjukkan bahwa pengusaha di Banjarmasin ikut peduli. Kami harap kontribusi semacam ini terus berlanjut,” ujarnya. Selain itu, Pemkot juga telah mengusulkan pembangunan TPS 3R ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR guna memperluas sistem pengolahan sampah terintegrasi. Gudang Pengolahan Sampah Siap Olah 15 Ton Sehari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yousfah Love, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menguji coba sistem pengolahan di dua unit gudang di Komplek Pergudangan 88 seluas total 600 meter persegi. “Target awal 10 ton per hari, kemudian meningkat hingga 15–20 ton,” terang Alive. Sampah diangkut menggunakan dua unit mobil konvektor dan pickup. Di lokasi, sampah langsung dipilah: plastik diolah jadi RDF, residu jadi pupuk, dan sisanya dijadikan kompos. “Harapan kami, hanya 30 persen residu yang tersisa,” tambahnya. Fasilitas ini didukung tiga mesin utama: dua untuk pemilahan dan pengolahan, serta satu unit RDF hasil bantuan Bank Kalsel. Operasional melibatkan 30 personel, termasuk petugas lapangan, mekanik, dan operator. DLH juga akan mengoptimalkan mobil sampah jenis Amrol untuk menjangkau kawasan yang belum memiliki TPS. “Dua TPS 3R juga akan diaktifkan di Pengambangan dan Pelambuan. Insya Allah rampung tahun ini, tinggal finalisasi dukungan operasional dan jaringan PDAM,” pungkas Alive.(Wartabanjar.com/Ramadan) editor: nur muhammad