WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Siapa bilang infrastruktur hanya soal beton dan pipa air? Di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, ada sebuah bendungan yang bukan hanya mengairi sawah, tapi juga mengaliri hati warganya dengan ketenangan: Bendung Pitap.
Terletak di Desa Nungka, Kecamatan Awayan, bendungan yang dulunya dibangun sebagai proyek strategis nasional kini menjelma menjadi tempat nongkrong favorit saat sore hari. Saat matahari mulai condong ke barat, warga dari berbagai pelosok Balangan berdatangan. Mereka duduk santai di tepi bendung, menikmati semilir angin, suara gemericik air, dan lanskap pegunungan yang menenangkan jiwa.
“Hampir setiap sore saya ke sini. Adem banget suasananya. Sambil makan pentol, rasanya kayak liburan,” ujar Dilah, warga setempat.
BACA JUGA:Resmi! Kabupaten Banjar Tuan Rumah MTQ XXXVI Kalsel 2025, 11 Venue Siap Sambut Ribuan Peserta
Bendung Pitap: Antara Ketahanan Pangan dan Ketentraman Pikiran
Dibangun di atas aliran Sungai Pitap, bendung ini memiliki fungsi utama sebagai tulang punggung irigasi pertanian. Dengan daerah aliran sungai (DAS) seluas 278 km², air dari Bendung Pitap menghidupi sekitar 4.755 hektare sawah di wilayah Paringin, Awayan, Batumandi, dan sekitarnya.
Pembangunan bendung ini dimulai pada tahun 2004 dan rampung tahun 2011, dengan biaya mencapai Rp85 miliar dari APBN. Secara teknis, bendungan ini menggunakan tipe mercu ogee selebar 60 meter, didukung jaringan lebih dari 100 saluran irigasi primer dan sekunder.
Dari Proyek Nasional ke Tempat Piknik Lokal







