WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemeliharaan menyeluruh pada Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula atau tayo biru milik pemerintah dan menghentikan operasional sementara.
Tujuannya, untuk meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM) dan bertransformasi menjadi Buy The Service (BTS).
Kadishub Kalsel, M Fitri Hernadi, menjelaskan bahwa pemeliharaan ini mencakup peningkatan berbagai fasilitas, seperti mesin pembayaran, GPS, CCTV, dan sistem pengirim sinyal.
Baca Juga
Polisi Beberkan Penyebab Depresi Pria yang Tewas Gantung Diri di Magalau Hulu Kotabaru
“Kami berharap BRT dapat melayani masyarakat dengan standar yang baik setelah perbaikan ini selesai,” ujar Fitri Hernadi, Banjarmasin, Rabu (14/5/2025).
Layanan BRT akan dihentikan sementara dan masyarakat diimbau untuk menggunakan BTS.
“Kami menyadari hal ini menuai pro dan kontra di kalangan pengguna BRT, tetapi kami meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pembenahan ini,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari driver dan navigator. Verifikasi dari pihak dinas akan dilakukan untuk memastikan bahwa mereka dapat mengemudikan BRT dengan lebih hati-hati dan sesuai dengan prosedur Standar Operasional Pelayanan (SOP).
“Kami ingin mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di jalan raya dan meminimalisir risiko kecelakaan,” jelas Fitri.







