Resmikan MPP, Bupati Tanah Laut Soroti Pelayanan yang Belum Maksimal
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, tak sekadar meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) pada Kamis (8/5/2025), tetapi juga menyampaikan kritik terbuka terhadap fasilitas dan kenyamanan yang masih kurang di gedung baru tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Rahmat menekankan pentingnya MPP bukan hanya sebagai simbol reformasi birokrasi, tetapi juga tempat yang benar-benar nyaman bagi masyarakat mengakses layanan.
Ia bahkan membandingkan MPP dengan pusat perbelanjaan.
"Kalau kita melihat, namanya saja sudah 'Mal'. Artinya, masyarakat butuh kenyamanan seperti saat belanja di supermarket, bukan seperti pasar tradisional," kata Rahmat.
Menurutnya, MPP harus menyempurnakan diri, mulai dari fasilitas fisik seperti AC, printer untuk layanan Disdukcapil dan Polres, hingga tempat parkir dan kantin yang nyaman.
Ia mengaku, saat meninjau gedung, masih banyak ruang yang perlu dibenahi.
BACA JUGA: Geger Sejoli Pesta Sabu dan Pil Setan di Banjarmasin, Digerebek Polisi Saat Asyik Mabuk Subuh
"Kalau kantin saja tidak bisa menarik orang untuk singgah, bagaimana masyarakat mau nyaman datang ke sini? Saya ingin seperti kantin RS Pondok Indah di Jakarta yang jadi daya tarik," ujarnya.
Bupati juga menyinggung pentingnya kolaborasi dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di Tanah Laut untuk menyempurnakan fasilitas.
Ia menyindir perusahaan agar jangan “malu-malu” untuk ikut menyumbang.
"Saya berharap misalnya PT Smart bangun pagar, atau Bangsal siapkan lahan parkir. Ini bagian dari tanggung jawab sosial,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti birokrasi berbelit yang selama ini menyulitkan masyarakat dan berharap kehadiran MPP menjadi game changer dalam pelayanan publik.
"Saya ingin tidak ada lagi calo. Sampaikan ke camat dan kepala desa, manfaatkan MPP sebaik-baiknya. Jangan buat masyarakat harus berpindah-pindah hanya untuk satu urusan," ujar Bupati.
Dengan penandatanganan kerja sama bersama 20 instansi, Rahmat mengingatkan bahwa integrasi layanan ini bukan sekadar formalitas untuk difoto dan dibagikan di media sosial, melainkan bentuk nyata pelayanan publik yang efisien dan manusiawi. (Gazali)
Editor: Yayu