Tari Mandau Suluh Memukau! Sanggar Maranting Art Hidupkan Semangat Perempuan Dayak di Panggung Perpisahan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Sorotan penuh haru dan kebanggaan mewarnai perpisahan siswa kelas XII SMAN 1 Tebing Tinggi, Rabu (7/5/2025), saat Sanggar Maranting Art memukau hadirin dengan penampilan epik "Tari Mandau Suluh".
Tarian ini bukan hanya suguhan artistik semata, tetapi juga simbol kebangkitan nilai-nilai luhur perempuan Dayak—tangguh, berani, dan penuh cinta pada tanah leluhur.
Simbol Cahaya di Tengah Ancaman
Tari Mandau Suluh memadukan makna mendalam: mandau sebagai senjata kebanggaan suku Dayak, dan suluh sebagai simbol cahaya dan harapan. Dalam setiap gerakan anggun namun tegas, tarian ini menyuarakan perlawanan perempuan Dayak terhadap ancaman budaya, sembari tetap memelihara kedamaian dan kemanusiaan.
BACA JUGA:Dugaan Pelanggaran PSU Banjarbaru Memanas! KPU Kalsel Periksa LPRI, Satu Anggota Diperiksa Penyidik!
Dari Sekolah, Untuk Pelestarian Budaya
Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi, Achmad Ariansyah, mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan murid-muridnya.
“Tari ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk cinta budaya dan edukasi karakter. Anak-anak kami menari bukan hanya dengan tubuh, tapi juga dengan jiwa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Sanggar Maranting Art merupakan wadah bagi siswa untuk berkembang dalam seni dan kebudayaan lokal, terutama di tengah arus globalisasi yang masif.
Energi dan Penghayatan yang Membius Penonton
Penampilan tersebut menjadi momen paling ditunggu dalam acara perpisahan. Kostum adat Dayak yang otentik, ekspresi penuh penghayatan, serta gerakan yang mengalir dinamis membawa penonton larut dalam kisah perjuangan para srikandi hutan Kalimantan.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad