VIRAL! Kupiah Pangulu di Awayan Raib Diembat Maling, Netizen Heboh: "Gagal Nikahku Gegara Kupiah!"
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Aksi pencurian yang menyasar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, tak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menyulut gelombang kehebohan di media sosial. Salah satu barang yang dicuri—kupiah atau peci milik penghulu—justru menjadi sorotan dan bahan candaan netizen.
Video liputan peristiwa tersebut yang diunggah oleh akun TikTok @wartabanjar.com langsung viral, dengan lebih dari 23.700 tayangan dan ratusan komentar dari warganet yang dibuat geli oleh “hilangnya kupiah sakral”.
Salah satu komentar kocak berbunyi, “Gagal am bulan ini nikah di KUA Awayan,” yang langsung dibalas akun lain, “Pacangan tatunda, pangulu baninikahan.” Candaan-candaan ini seolah menambah sisi absurd dari kejadian tersebut, mengingat kupiah penghulu adalah simbol penting dalam prosesi akad nikah.
BACA JUGA:Kecelakaan Motor Vs Truk di Bypass Mali Mali Banjar Bikin Pengendara Terkapar, Korban Dilarikan ke RSUD Raza
Netizen lain bahkan menyebut kejadian ini seperti “konspirasi penggagalan pernikahan”. Akun @Acil Jimshoney menulis, “Upaya penggagalan pernikahan. Kdkwa menikah akan penghulu kd bekupiah.”
Tak berhenti di situ, warganet mulai membayangkan kejadian ini sebagai premis sinetron. “Gim… Judul FTP: Gagal nikahku gegara kupiah,” tulis akun @Hihif yang disambut tawa beruntun dari pengguna TikTok lainnya.
Ada pula yang menyebut kupiah itu "berkaramat". Akun @RATIK WARA 5653 menulis, “Itu kupiah mungkin ada karamatnya.” Sedangkan akun @Indomiegoreng ikut melucu, “Kada kawa nikah, belum kita kopiah penghulu hilang.”
Komentar jenaka lainnya datang dari akun @𐙚єrmααα yang mengklaim, “Kupiah abah ulun,” sambil menambahkan emoji tawa.
Sebelumnya, pihak KUA Awayan telah melaporkan kejadian pembobolan tersebut ke pihak kepolisian. Selain kupiah penghulu, pelaku juga menggondol satu tabung LPG dan beberapa barang sembako. Namun uniknya, justru hilangnya kupiah yang paling menyita perhatian publik, baik dari sisi simboliknya maupun sisi jenakanya.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad