Nyaris Ambruk! Jembatan Utama di Bati-Bati Retak Dihantam Truk Kontainer, Angkutan Berat Dilarang Melintas
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Akses utama masyarakat di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, kini dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan Besi di Desa Benua Raya terpaksa ditutup sebagian sejak Rabu (23/4/2025) siang, menyusul kerusakan parah akibat hantaman truk kontainer bermuatan berat.
Penutupan jembatan dilakukan setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) menilai bahwa struktur jembatan tak lagi aman dilalui kendaraan dengan beban lebih dari 5 ton. Kerusakan paling parah terjadi di sisi kiri jembatan dari arah Pelaihari menuju Bati-Bati, yang kini tampak melengkung ke bawah.
Bhabinkamtibmas Bati-Bati, Aipda Arif S., mengimbau agar kendaraan berat segera menghindari jalur tersebut dan mencari alternatif lain.
BACA JUGA:Sampah Membandel di Pelaihari: Spanduk dan Patroli Tak Cukup, CCTV Jadi Solusi?
"Kami mengimbau kepada para pengemudi angkutan berat untuk tidak melintasi jembatan selama perbaikan berlangsung, demi keselamatan bersama," ujarnya kepada WARTABANJAR.COM, Jumat (25/4/2025).
Meski jembatan sudah tidak layak untuk kendaraan besar, warga setempat masih nekat menggunakannya. Pasalnya, hingga kini belum tersedia jalur alternatif yang memadai.
Ma’ruf, warga Bati-Bati yang setiap hari melintasi jembatan untuk bekerja di Pelaihari, mengaku masih menggunakan jalur tersebut meskipun was-was.
“Untuk mobil kecil masih bisa lewat, tapi jembatan bagian kiri sudah kelihatan turun. Harapan kami, pemerintah segera perbaiki sebelum terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Jembatan yang berada di jalur utama Jalan A. Yani ini merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan berbagai wilayah dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Jika tak segera ditangani, potensi kecelakaan hingga terputusnya konektivitas antarkecamatan sangat mungkin terjadi.
Dinas PU dan instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat dan nyata untuk memperbaiki kerusakan, sebelum kondisi semakin memburuk.
Jangan tunggu ambruk! Infrastruktur publik seperti ini adalah urat nadi mobilitas warga dan roda ekonomi daerah.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad