Sampah Membandel di Pelaihari: Spanduk dan Patroli Tak Cukup, CCTV Jadi Solusi?
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Tumpukan sampah liar kembali menjadi pemandangan tak sedap di salah satu sudut Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Padahal, spanduk peringatan sudah dipasang dan patroli Satpol PP dilakukan hingga dini hari. Namun sayangnya, kebiasaan warga membuang sampah sembarangan masih sulit dikendalikan.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (Gakda) Satpol PP Tanah Laut, Masaninor, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan lingkungan.
"Spanduk sudah dipasang, petugas juga rutin berpatroli dari pagi hingga subuh. Tapi belum ada pelanggar yang tertangkap tangan," ujarnya, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA:Bekantan Terkapar di Jalan Barabai Usai Tersengat Listrik, BKSDA Kalsel Bergerak Cepat
Menurutnya, saat ini patroli dilakukan di 10 titik yang rawan dijadikan tempat pembuangan sampah liar berdasarkan laporan masyarakat. Sayangnya, ketiadaan kamera pengawas atau CCTV di lokasi-lokasi tersebut menjadi hambatan besar dalam upaya penindakan.
“Lokasi-lokasi rawan belum dilengkapi CCTV. Ini yang jadi kendala utama untuk pembuktian pelanggaran,” tambahnya.
Upaya penertiban saat ini masih bersifat persuasif dan dalam tahap pembinaan. Namun, bila pembinaan tak diindahkan, sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku akan diterapkan.
Masalah ini sempat mencuat ke publik setelah video tumpukan sampah di Jalan Pusara viral di media sosial. Sampah berserakan hingga ke badan jalan, memicu keluhan warga dan memalukan citra kota.
Meski pembersihan sempat dilakukan bersama instansi terkait, kondisi kembali memburuk karena kesadaran masyarakat masih rendah. Satpol PP pun kini menunggu tindak lanjut dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) terkait pengadaan CCTV demi memperkuat pengawasan.
“Kami harap juga ada penambahan TPS (tempat pembuangan sementara) di titik dekat permukiman. Banyak warga mengeluh TPS terlalu jauh,” ucap Masaninor.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan sampah bukan hanya soal penegakan aturan, tapi juga tentang kesadaran bersama. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan Pelaihari yang bersih dan nyaman.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad